AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

LPPOM MUI: 75.385 Produk Kosmetik Kantongi Sertikasi Halal

SYARIAH
Novi Fauziah
Jum'at, 03 Desember 2021 14:19 WIB
LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI menyebut produk kosmetik yang telah tersertifikasi halal ada 75.385 produk.
LPPOM MUI: 75.385 Produk Kosmetik Kantongi Sertikasi Halal (Dok. MNC Media)
LPPOM MUI: 75.385 Produk Kosmetik Kantongi Sertikasi Halal (Dok. MNC Media)

IDXChannel - Berbagai macam merk kosmetik tersebar di Indonesia, mulai dari produk lokal hingga luar negeri. Namun, apakah semuanya sudah aman atau bersertifikasi halal? LPPOM Majelis Ulama Indonesia (MUI menyebut produk kosmetik yang telah tersertifikasi halal ada 75.385 produk.

Direktur Utama Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), Muti Arintawati mengatakan, khusus untuk produk kosmetik, kewajiban sertifikasi halal ditetapkan sejak 17 Oktober 2021.

Ia menjelaskan, perusahaan kosmetik masih memiliki waktu lima tahun ke depan hingga 2026, untuk mempersiapkan pemenuhan regulasi Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) dengan melakukan kewajiban sertifikasi halal produk.

"Saat ini, kita masih dalam masa transisi. Perusahaan kosmetik masih memiliki waktu 5 tahun ke depan, hingga 2026, untuk mempersiapkan pemenuhan regulasi ini dengan melakukan sertifikasi halal produk," ujarnya dikutip dari laman resmi MUI Digital, Jumat (3/12/21).

Lebih lanjut, berdasarkan data LPPOM MUI, sejak 2017 lalu, jumlah perusahaan kosmetik yang sudah melakukan sertifikasi halal sebanyak 794 perusahaan, dengan sertifikat halal sejumlah 1.913, dan produk kosmetik yang telah tersertifikasi halal sejumlah 75.385 produk.

Sementara itu, Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawasan Obat dan Makanat Republik Indonesia (BPOM RI), Dwiana Andayani menuturkan, produk-produk kosmeni yang masuk di Indonesia memiliki persyaratan label khusus agar dapat dilegalkan dan dijual dengan aman.

Menurutnya yang dimaksud dengan label kosmetik yaitu segala informasi tentang kosmetik berupa gambar, tulisan, kombinasi keduanya, atau bentuk lain yang disertakan dalam kosmetik, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau sebagai bagian dari kemasan, dan yang dicetak langsung pada kosmetik produk.

Ia menegaskan, aturan terkait label kosmetik, tertulis dalam Peraturan BPOM Nomor 30 Tahun 2020 tentang Persyaratan Teknis Penandaan Kosmetika. Khususnya, dalam Pasal 2, penandaan pada label kosmetik harus memenuhi beberapa kriteria.

"Pertama, lengkap dengan mencantumkan semua informasi yang dipersyaratkan, seperti nama produk, keunggunalan, cara penggunaan, bahan, produsen, masa kedaluarsa, dan sebagainya," terangnya.

Kedua, obyektif dengan memberikan informasi sesuai dengan kenyataan yang ada dan tidak boleh menyimpang dari sifat keamanan dan kemanfaatan kosmetika.

Ketiga, tidak menyesatkan dengan memberikan informasi yang jujur, akurat, dapat dipertanggungjawabkan.

"Dan tidak boleh memanfaatkan kekhawatiran masyarakat akan suatu masalah kesehatan," katanya.

Keempat, tidak menyatakan seolah-olah sebagai obat atau bertujuan untuk mencegah suatu penyakit. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD