Secara keseluruhan, penyelenggaraan haji tahun ini tetap mengacu pada timeline yang telah ditetapkan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan catatan tidak terdapat perubahan kebijakan dari Pemerintah Arab Saudi. Hingga saat ini, pelaksanaan haji 1447 H masih berjalan sesuai rencana.
Selain itu, pemerintah menyiapkan berbagai skenario mitigasi terhadap potensi perubahan situasi yang dapat memengaruhi penyelenggaraan haji, mulai dari tahap keberangkatan, selama pelaksanaan di Arab Saudi, hingga kepulangan jamaah.
Lebih lanjut, Pratikno menekankan pentingnya menghadirkan nilai tambah ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji, antara lain melalui pemanfaatan produk dan layanan dalam negeri untuk mendukung kebutuhan jamaah di Arab Saudi.
“Kita juga perlu mendorong nilai tambah ekonomi bagi negara. Misalnya kebutuhan jamaah bisa dipenuhi dari dalam negeri, sehingga manfaatnya kembali ke masyarakat kita,” tambahnya.
Pemerintah juga terus memperkuat sistem pengendalian dan monitoring melalui posko nasional dan command center terpadu yang beroperasi selama 24 jam, guna memastikan respons cepat terhadap berbagai dinamika di lapangan.
(Febrina Ratna Iskana)