Tami juga meminta orang tua untuk tidak hanya berfokus pada durasi bermain (screen time). Menurutnya, kualitas aktivitas digital jauh lebih relevan dibanding hanya lamanya waktu di layar.
Sebagai solusi, dia menyarankan orang tua dan anak membuat kontrak waktu bermain yang disepakati bersama. Selain itu, ia juga ingin orang tua terbuka berkomuniaksi dengan anak.
Di mana anak perlu merasa aman untuk bercerita jika menemukan hal yang tidak nyaman saat bermain.
“Tidak ada yang namanya sekali beres. Komunikasi harus terus dijaga,” kata Tami.
(Nur Ichsan Yuniarto)