Terkait persaingan dengan perusahaan pinjaman online (pinjol), Bank Jago menyatakan tidak menerapkan strategi perpindahan (switching) nasabah secara agresif.
"Kami tidak mau sekadar bersaing dari sisi harga. Strategi kami adalah memastikan produk dikembangkan dengan prinsip responsible lending dan berkolaborasi dengan berbagai mitra ekosistem, bukan saling mematikan," kata Andy.
Dari sisi penghimpunan dana (funding), Bank Jago mencatat pertumbuhan signifikan pada segmen generasi Z (Gen Z) dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan data internal, kelompok usia tersebut menunjukkan minat yang tinggi terhadap pengelolaan keuangan dan investasi digital.
"Sejak masa pandemi Covid-19 hingga sekarang, pertumbuhan terbesar di segmen Gen Z justru berasal dari investasi digital. Ini menunjukkan semakin banyak generasi muda yang memahami berbagai pilihan instrumen investasi," ujarnya.
Untuk menjangkau segmen tersebut, Bank Jago tidak menjadikan suku bunga tabungan sebagai daya tarik utama. Perseroan memilih mengembangkan berbagai fitur yang dinilai relevan dengan gaya hidup pengguna.