Friderica mengingatkan, meskipun lembaga multilateral seperti OECD dan Bank Dunia sempat memoles revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, outlook tersebut sewaktu-waktu dapat kembali terkoreksi ke bawah jika konflik geopolitik mendadak pecah kembali.
Di panggung dalam negeri, OJK mencatat adanya sinyal pengetatan pada sektor riil yang ditunjukkan oleh melambatnya aktivitas industri manufaktur nasional lewat penurunan angka Purchasing Managers' Index (PMI).
Namun, fundamental ekonomi Indonesia secara makro diklaim tetap stabil berkat efektifnya bauran kebijakan fiskal dari pemerintah dan kebijakan moneter bank sentral yang konsisten menjadi penahan benturan (shock absorber).
Selain memberikan catatan evaluasi makro, OJK memanfaatkan momentum ini untuk mengumumkan penguatan dua pilar kebijakan strategis terbarunya.