AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Simak Sejarah Berdirinya Bank BCA hingga Bank Swasta Terbesar di Indonesia

BANKING
Rizki Setyo Nugroho/SEO
Sabtu, 06 Agustus 2022 12:22 WIB
Mungkin banyak yang belum mengetahui bagaimana sejarah berdirinya bank BCA yang dimulai sejak 1950
Simak Sejarah Berdirinya Bank BCA hingga Bank Swasta Terbesar di Indonesia (Foto: MNC Media)
Simak Sejarah Berdirinya Bank BCA hingga Bank Swasta Terbesar di Indonesia (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Mungkin banyak yang belum mengetahui bagaimana sejarah berdirinya bank BCA yang dimulai sejak 1950.

Bank Central Asia atau BCA menjadi salah satu bank swasta terbesar di Indonesia dengan memiliki jutaan nasabah, baik perorangan maupun perusahaan. Pada awal pendiriannya, BCA merupakan bagian dari Salim Group dan didirikan oleh Sudono Salim.

Sejarah Berdirinya Bank BCA

Banyak yang mengetahui bahwa saat ini kepemilikan saham dari BCA dipegang oleh dua konglomerat Indonesia terkaya, yaitu Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Untuk mengetahui sejarah berdirinya bank BCA, mari kita tarik mundur ke masa awal pendirian BCA pada 1950-an.

Sejarah BCA dimulai dengan pendirian NV Perseroan Dagang Dan Industrie Semarang Knitting Factory pada 1955. Setelah beroperasi selama dua tahun, perusahaan tersebut berganti nama menjadi NV Bank Central Asia dan mulai beroperasi pada 21 Februari 1957 di Jakarta.

Pada 2 September 1975, nama perusahaan tersebut secara resmi berganti menjadi PT Bank Central Asia. Berselang dua tahun, BCA lalu melakukan merger dengan dua bank lainnya dan menjadikan BCA sebagai sebuah bank devisa. Status bank devisa yang didapatkan tersebut menjadi modal untuk melakukan pengajuan kepada Bank Indonesia untuk mendapatkan izin dalam mengeluarkan sebuah kartu kredit BCA yang berlaku secara internasional.

Berbagai produk layanan perbankan dikembangkan oleh BCA. Selain itu, BCA juga mengembangkan sebuah sistem teknologi informasi yang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia. 

Pengembangan teknologi tersebut berupa Anjungan Tunai Mandiri (ATM). BCA lalu melakukan kerja sama dengan PT Telkom Indonesia untuk keperluan pembayaran tagihan telepon melalui mesin ATM.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD