Namun, peluang ini hanya dapat diwujudkan jika pemerintah konsisten dalam menjaga kualitas kebijakan. Tanpa itu, utang yang seharusnya menjadi instrumen pembangunan justru berpotensi berubah menjadi beban yang menghambat masa depan.
Sebaliknya, dengan tata kelola yang baik, utang dapat menjadi jembatan menuju transformasi ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.
Mungkin yang bisa menjadi model dalam mengelola negara anggaran defisit kita bisa belajar dari Javier Milei, yang menjabat sebagai Presiden Argentina pada Desember 2023, telah menerapkan strategi ekonomi "terapi kejut" yang bertujuan untuk menghilangkan defisit fiskal kronis negara tersebut, sebuah masalah yang ia sebut sebagai isu "strategis" yang memicu hiperinflasi dan stagnasi ekonomi.
Pendekatannya, yang diberi label sebagai kebijakan "gergaji mesin", telah berhasil mencapai surplus fiskal untuk pertama kalinya sejak 2008 dengan memangkas pengeluaran publik, mengurangi subsidi pemerintah, dan memberhentikan pegawai pemerintah.
Pemerintahan Milei mencapai sesuatu yang banyak dianggap sebagai keajaiban dalam menekan inflasi, dan menstabilkan ekonomi serta nilai tukar dollar AS, dua masalah lama yang selalu menghantui Argentina.
Sebagai bagian dari reformasi besar-besaran, Milei membubarkan Administracion Federal de Ingresos Publicos (AFIP), lembaga pajak terbesar Argentina sebagai sumber kebocoran terbesar selama ini diganti badan baru yang lebih efisien, dengan pemangkasan sekitar 3.100 pegawai negeri.
Selain pembubaran AFIP, efisiensi anggaran lain yang diterapkan adalah penutupan 13 kementerian dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) lebih dari 30.000 pegawai negeri, atau sekitar 10 persen dari total pegawai pemerintah federal.
Efeknya langsung terasa. The Daily Economy pada 7 November 2024 melaporkan, Argentina mencatat surplus anggaran pertama dalam 12 tahun serta penurunan risiko investasi sebesar 10,4 persen. Bahkan, upah riil juga menunjukkan tren peningkatan
Indonesia dan Argentina ada kemiripan dalam hal ketergantungan pada ekspor pertanian, pertambangan, dan energi tanpa sektor industri yang kuat yang dapat berisiko melemahkan kelas menengah. Keberhasilan Argentina dalam menekan inflasi dan mencapai efisiensi anggaran menjadi contoh bagaimana kebijakan penghematan yang ketat dapat membuahkan hasil dalam waktu singkat.
Oleh: Arief Poyuono
Komisaris Pelindo