Tekanan ekonomi, dikatakan Bob bakal dirasakan masyarakat ketika dunia usaha kesulitan dalam hal produksi saat diberlakukannya kebijakan WFH.
"Karena kalau misalnya kelangkaan energi diikuti dengan kelangkaan barang, itu bisa menyebabkan terjadinya inflasi yang akan memperburuk ekonomi kita. Jadi pelaksanaan WFH ini harus secara hati-hati kita laksanakan. Kami tetap harus menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat," kata Bob.
Sehingga, Bob mewanti-wanti dunia industri yang bersentuhan langsung dengan tingkat produksi barang dan jasa bakal kesulitan dalam menerapkan WFH. Atas dasar kalkulasi ekonomi itu, pelaksanaan WFH harus selektif.
"Yang jelas untuk industri enggak mungkin lah itu (WFH) diterapkan. Justru industri sedapat mungkin bisa memacu produksinya. Tapi yang back office itu saya rasa memungkinkan untuk dilakukan WFH. Jangankan sehari, mungkin dua hari juga bisa," katanya.
Adapun penerapan kebijakan WFH menjadi salah satu yang diupayakan pemerintah Indonesia dalam menyikapi isu keterbatasan energi akibat dampak perang antara AS-Israel dan Iran. Jual beli serangan antara mereka yang berperang mengakibatkan lumpuhnya sejumlah fasilitas energi di Timur Tengah.