AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Barang Palsu Masih Merajalela, DJKI Edukasi Pedagang ITC Mangga Dua

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 22 Oktober 2021 14:24 WIB
DJKI melakukan edukasi ke padagang terkait masih maraknya penjualan barang palsu.
Barang Palsu Masih Merajalela, DJKI Edukasi Pedagang ITC Mangga Dua (Dok.MNC Media)
Barang Palsu Masih Merajalela, DJKI Edukasi Pedagang ITC Mangga Dua (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Direktorat Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) kembali memberikan edukasi pencegahan penjualan barang palsu kepada para pedagang di ITC Mangga Dua.

Direktur Penyidikan dan Penyelesaian Sengketa DJKI Anom Wibowo mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai langkah DJKI menyadarkan masyarakat, pedagang serta pengelola mal untuk tidak memperjual belikan barang palsu dan bajakan. Sebab, ia melihat masih banyak tempat di Indonesia yang menjadi sarangnya barang-barang KW.

“Langkah persuasif ini dilakukan agar pedagang yang diduga menjajakan barang yang melanggar kekayaan intelektual memiliki kesempatan untuk berhenti menjual barang palsu,” kata Anom dalam keterangannya, Jumat (22/10/2021).

Seoerti diketahui, penjualan barang palsu kerap kali ditemui dipasaran. Tak ayal jika Indonesia masih menjadi negara berstatus Priority Watch List (PWL) dalam daftar yang dikeluarkan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui United States Trade Representative (USTR). Laporan ini berisi daftar negara yang memiliki tingkat pelanggaran hak kekayaan intelektual (HKI) sangat berat.

Adapun salah satu pasar yang didapati sering menjual barang palsu atau yang sering disebut barang KW, adalah ITC Mangga Dua, Jakarta. Guna memberantas barang-barang KW di pasaran dan mengeluarkan Indonesia dari status PWL. 

Mengingat hal ini, Anom bersama jajaran terkait telah sepakat untuk menindak secara tegas penjual dan pedagang yang menjajakan barang palsu pada Januari 2022 mendatang dan akan berlanjut sampai seterusnya. Maka, edukasi masih terus dilakukan supaya pedagang bisa menghentikan penjualan barang-barang yang melanggar hak kekayaan intelektual.

“Sosialisasi akan berjalan sampai Desember 2021, karena kami akan lakukan penegakan hukum secara tegas di Januari 2022 dan akan berlanjut sampai seterusnya,” ungkap dia.

“Tentunya yang kami tindak itu barang-barang palsu, sesuai aduan dari masyarakat pemilik kekayaan intelektual,” lanjut Anom.

Dia menghimbau kepada para pedagang yang memproduksi barangnya sendiri maupun mengimpor dari luar negeri untuk menjualnya menggunakan merek sendiri.

“Kalau anda ingin menjual barang, ya jangan mencantumkan merek terkenal atau merek yang sudah terdaftar, pakai saja merek sendiri,” ucap Anom.

Sebab, lanjutnya, jika ada seseorang yang memiliki sertifikat kekayaan intelektual tetapi orang lain menjual barang dengan replika yang mirip dan nama mereknya pun diikutsertakan, tapi kualitasnya berbeda, itu sudah termasuk tindak kejahatan.

Selain itu, jajaran DJKI bersama Bareskrim Polri dan Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta turut mensosialisasikan pencegahan pelanggaran kekayaan intelektual ini ke delapan titik di ITC Mangga Dua.

Ia berharap dengan langkah ini, Indonesia dapat menekan peredaran barang palsu dan bajakan serta dapat keluar dari status Priority Watch List yang dirilis oleh United States Trade Representative (USTR) atau Kantor Kamar Dagang Amerika Serikat karena dinilai memiliki tingkat pelanggaran KI cukup berat.

“Selamanya ini kita di cap negara yang buruk karena banyak pelanggaran kekayaan intelektual. Kita harus keluar dari status tersebut. Mudah-mudahan tahun depan Indonesia bisa keluar dari status itu, dan kita mulai dari Mangga Dua dulu,” tandas
Anom.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD