IDXChannel - Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia (BI) mengindikasikan Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 secara bulanan turun sebesar 0,8 persen (mtm). Meski demikian, penurunaan lebih baik dibandingkan periode sebelumnya yang turun sebesar 1,5 persen (mtm).
Perbaikan tersebut didorong oleh meningkatnya kinerja penjualan pada Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya (1,9 persen) dan Subkelompok Sandang (4,7 persen) seiring mulai masuknya periode liburan sekolah pada akhir Juni 2026.
Sementara itu, Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi turun 2,0 persen, Kelompok Suku Cadang dan Aksesori turun 3,1 persen, serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau turun 0,7 persen, mengalami perbaikan dari periode sebelumnya meski masih tertahan di zona kontraksi.
Adapun secara tahunan IPR Juni 2026 diperkirakan sebesar 221,6 atau turun 4,4 persen (year on year/yoy).
Berdasarkan kelompoknya, Kelompok Suku Cadang dan Aksesori diperkirakan tumbuh 11,0 persen (yoy), serta Kelompok Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya tumbuh 1,8 persen (yoy), masih menunjukkan kinerja yang positif.
Di sisi lain, beberapa kelompok diprakirakan masuk ke dalam zona kontraksi, yaitu Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi terkontraksi 8,5 persen (yoy) serta Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor terkontraksi 7,8 persen (yoy), setelah pada periode sebelumnya masing-masing tumbuh
sebesar 0,2 persen (yoy) dan 0,3 persen (yoy).
Sementara itu, IPR Mei 2026 tercatat sebesar 223,4 atau turun 3,9 persen (yoy), relatif stabil dari bulan sebelumnya yang turun 3,7 persen (yoy). Sejumlah kelompok masih mencatatkan pertumbuhan dan menjadi penopang pada periode laporan, antara lain Kelompok Suku Cadang dan
Aksesori tumbuh 11,2 persen (yoy), Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor tumbuh 0,3 persen (yoy), serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tumbuh 0,2 persen (yoy).
Sementara itu, kelompok lainnya diprakirakan masih berada dalam fase kontraksi, terutama pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau terkontraksi 4,1 persen (yoy), Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi terkontraksi 18,4 persen (yoy), serta Subkelompok Sandang terkontraksi 12,0 persen (yoy).
Selanjutnya, secara bulanan, kinerja penjualan eceran pada Mei 2026 turun sebesar 1,5 persen (mtm), lebih baik dibandingkan dengan realisasi pada bulan sebelumnya yang turun sebesar 11,6 persen (mtm).
Perbaikan tersebut didorong oleh peningkatan kinerja Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang masing-masing tumbuh 1,0 persen (mtm) dan 1,3 persen (mtm), setelah pada April 2026 masing-masing tercatat turun 9,4 persen (mtm) dan turun 0,2 persen (mtm).
Selain itu, kelompok lainnya juga menunjukkan perbaikan yang tecermin dari kontraksi yang lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, terutama pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau turun 1,3 persen (mtm), Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi turun 4,2 persen (mtm), dan Subkelompok Sandang Survei Penjualan Eceran turun 11,0 persen (mtm).
Perkembangan tersebut didorong oleh terjaganya permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.
Prakiraan Penjualan ke Depan
Responden memprakirakan penjualan eceran pada Agustus dan November 2026 meningkat. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) Agustus dan November 2026 masing-masing tercatat sebesar 159,8 dan 153,8, lebih tinggi dari 138,3 dan 149,4 pada Juli dan Oktober 2026.
Responden menginformasikan bahwa peningkatan pada IEP Agustus 2026 dipengaruhi oleh kegiatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI), sementara peningkatan pada IEP November 2026 dipengaruhi oleh persiapan HBKN Natal.
Prakiraan Harga ke Depan
Dari sisi harga, tekanan inflasi pada Agustus 2026 diprakirakan meningkat, sementara pada November 2026 diprakirakan relatif stabil. Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 sebesar 178,0, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH pada Juli 2026 sebesar 175,8
didorong oleh kenaikan harga bahan baku.
Sementara itu, IEH November 2026 diprakirakan sebesar 167,5, relatif stabil dibandingkan dengan IEH Oktober 2026 sebesar 167,6.
(NIA DEVIYANA)