AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Ciptakan Multiplier Effect, Gaikindo Ungkap Keuntungan di Balik Relaksasi PPnBM

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Senin, 20 September 2021 11:38 WIB
Industri otomotif menyambut positif kebijakan pemerintah yang akhirnya memperpanjang relaksasi berupa diskon PPnBM sebesar 100 persen sampai Desember 2021.
Ciptakan Multiplier Effect, Gaikindo Ungkap Keuntungan di Balik Relaksasi PPnBM. (Foto: MNC Media)
Ciptakan Multiplier Effect, Gaikindo Ungkap Keuntungan di Balik Relaksasi PPnBM. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Industri otomotif menyambut positif kebijakan pemerintah yang akhirnya memperpanjang relaksasi berupa diskon PPnBM sebesar 100 persen sampai dengan Desember 2021. Berkat itu, penjualan mobil berhasil menembus 83 ribu unit di Agustus 2021, langkah ini juga memberikan multipliyer effect bagi semua pihak.

"Kita juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dalam hal ini khususnya menteri perindustrian yang telah mengakomodir usulan-usulan dari kami," ujar Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yongki Sugiarto, pada Market Review IDXChanel, Senin (20/9/2021).

Yongki menambahkan, relaksasi yang diberikan pemerintah kepada sektor otomotif ini tidak memberikan dampak langsung terhadap pemasukan negara dari pajak. Akan tetapu, kebijakan ini justru bisa mendorong roda ekonomi yang tertekan selama masa pandemi Covid-19 berlangsung.

"Jadi kita lihat bahawa dengan diberikan relaksasi, memang pemerintah tidak menerima PPnBM untuk mobil-mobil tertentu, tetapi mobil-mobil tersebut yang adalah yang dibuat di dalam negeri dan memilikit Tingkat Komponen dalam negerinya juga tinggi," lanjut Yongki.

Namun demikian, pungutan pajak dari sektor lain seperti misalnya Pajak Penghasilan PPh yang tentu akan meningkat. Bahkan para pengusaha akan tetap menyetorkan hasil penjualan tersebut kepada pemerintah.

"Dari situ kita bisa lihat, kalau angka penjualan dari 50.000 naik ke 80.000 maka sudah barang tentu PPh-nya itu akan tetap dibayar, tentu penerimaan negara dari PPh itu meningkat," lanjunya.

Potensi pendapatan yang diterima pemerintah pun datang dari pungutan pembayaran permohonan Surat Tanda Nomor Kendaraan dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor kepada pemerintah daerah yang 12,5%. Hal itu akan terus mengalami peningkatan signifikan dengan adanya relaksasi ini, sekaligus menambah pendapatan negara.

"Selain itu hal ini kita minta supaya pabrik komponen kita itu hidup kembali yang terseok-seok memikirkan PHK dan lain-lain, nah dengna ini akan hidup lagi. Ini yang saya katakan Multiplier Effect, dan saya bilang Everybody Happy," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD