AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Desak Polisi Bongkar Afiliator, Korban Investasi Bodong: 2024 Bisa Jadi Pejabat

ECONOMICS
Ravie Wardhani
Jum'at, 25 Maret 2022 10:06 WIB
Kuasa hukum korban mendesak pihak berwajib untuk memberantas sales platform trading atau biasa disebut afiliator.
Desak Polisi Bongkar Afiliator, Korban Investasi Bodong: 2024 Bisa Jadi Pejabat. (Foto: MNC Media)
Desak Polisi Bongkar Afiliator, Korban Investasi Bodong: 2024 Bisa Jadi Pejabat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel -  Kuasa hukum korban mendesak pihak berwajib untuk memberantas sales platform trading atau biasa disebut afiliator. Pasalnya, mereka bertugas merekrut para calon korbannya dengan berbagai modus.

"Afiliator kalau tidak dibongkar, 2024 sudah jadi pejabat. Faktanya mereka dekat dengan beberapa pejabat, dekatnya seperti apa saya tidak tahu. Tapi mininal mereka sudah terinspirasi kalau mereka mau jadi pejabat. Udah susah kalau sampai begitu," tutur Finsensius Mendrofa selaku kuasa hukum korban kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (25/3/2022).

Polemik Ini muncul usai kasus penipuan dan penggalapan uang yang menyeret nama Indra Kenz dan Doni Salmanan menjadi sorotan. Pihak korban juga mendesak aparat untuk memberantas kejahatan bermodus investasi tersebut.

Sejumlah publik figur pun ikut terseret ditengah maraknya kasus ini. Mulai dari Reza Arap, Rizky Billar, Allfy Rey, Rudy Salim, hingga Rizky Febian. Nama-nama tersebut diduga menerima aliran dana dari tersangka DS.

Sementara, keuntungan yang didapat para afiliator dinilai cukup untuk menjadi modal mencalonkan diri dalam pemilu serentak 2024 mendatang.

Finsensius menuturkan demokrasi di Indonesia membutuhkan logistik hingga popularitas dari sosok calonnya. Oleh karena itu, Finsen menilai, para afiliator ini sangatlah memenuhi kriteria tersebut.

"Demokrasi kita membutuhkan logistik dan mereka punya itu. Popularitas mereka punya, bayangkan coba. Followers mereka jutaan," katanya.

Seperti diketahui, dewasa ini masyarakat dihebohkan dengan kasus investasi bodong trading Binary Option yang antara lain menimpa influencer Doni Salmanan dan Indra Kesuma alias Indra Kenz.

Atas perbuatannya, mereka dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dan UU Informasi Transaksi dan Elektronik (ITE). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD