Optimisme ini sejalan dengan kondisi mitra dagang utama Indonesia yang juga berada di zona ekspansif, seperti Amerika Serikat (51,8), India (55,7), serta penguatan di kawasan ASEAN seperti Thailand (57,4) dan Malaysia (50,1).
Neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 mencatatkan surplus sebesar USD2,66 miliar, melanjutkan tren positif sejak Mei 2020. Secara kumulatif (Januari–November 2025), surplus telah mencapai USD38,54 miliar.
Nilai ekspor mencapai USD256,56 miliar, naik 5,61 persen. Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang utama dengan kontribusi 10,41 persen.
Sedangkan impor tercatat sebesar USD218,02 miliar, tumbuh 2,03 persen. Menariknya, kenaikan ini didominasi oleh impor barang modal yang memberikan kontribusi 3,28 persen, mengindikasikan aktivitas produksi dalam negeri yang terus menggeliat.
Inflasi tahunan pada Desember 2025 terkendali pada level 2,92 persen (yoy). Meskipun terdapat tekanan pada kelompok volatile food sebesar 6,21 persen akibat gangguan cuaca pada komoditas cabai dan beras, inflasi inti tetap stabil di angka 2,38 persen.