Sementara itu, inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price) tercatat sebesar 1,93 persen seiring penyesuaian harga bensin nonsubsidi dan tarif transportasi di masa Nataru.
Kesehatan ekonomi di tingkat konsumen juga tercermin dari beberapa indikator seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menguat ke level 124, Indeks Penjualan Riil (IPR) tumbuh 5,94 persen (yoy) dan Konsumsi Listrik Bisnis meningkat 6,2 persen (yoy).
Dengan demikian, Febrio menekankan komitmen pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan agar tetap inklusif dan berkelanjutan melalui kebijakan fiskal yang adaptif.
“Pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas serta memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi. Kebijakan fiskal diarahkan mendukung program pembangunan nasional guna memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Febrio.
(kunthi fahmar sandy)