Permintaan eksternal menambah 0,3 poin persentase pada pertumbuhan, dibantu oleh ekspor yang tangguh dan yen yang lemah.
"Ekonomi Jepang memiliki momentum yang solid pada awal perang Iran, tetapi kami memperkirakan pertumbuhan PDB akan terhenti pada kuartal ini dan berikutnya," kata analis Capital Economics dalam sebuah catatan.
"Keputusan pemerintah untuk membatasi harga produk minyak bumi berarti inflasi akan tetap terkendali untuk saat ini. Namun, hal itu kemungkinan tidak akan bertahan lama karena harga energi yang lebih tinggi mendorong harga produk impor dan akan berdampak pada tagihan utilitas yang lebih tinggi," tambah analis Capital Economics.
Jajak pendapat Reuters baru-baru ini menunjukkan 65 persen ekonom memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga menjadi 1,0 persen bulan depan di tengah inflasi yang terus berlanjut dan pelemahan yen. (Wahyu Dwi Anggoro)