AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Eks Dirut Garuda (GIAA) Emirsyah Satar Kembali Jadi Tersangka Korupsi

ECONOMICS
Irfan Ma'ruf
Senin, 27 Juni 2022 12:42 WIB
Eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar kembali ditetapkan Kejaksaan Agung RI sebagai tersangka korupsi.
Eks Dirut Garuda (GIAA) Emirsyah Satar Kembali Jadi Tersangka Korupsi. (Foto: MNC Media)
Eks Dirut Garuda (GIAA) Emirsyah Satar Kembali Jadi Tersangka Korupsi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Eks Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Emirsyah Satar kembali ditetapkan Kejaksaan Agung RI sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan pesawat CRJ 1000 dan ATR 72-600.

"Kami juga menetapkan tersangka baru, sejak senin tanggal 27 Juni 2022 hasil ekspose kami menetapkan dua tersangka baru," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam konferensi pers di Kompleks Kejagung, Senin (27/6/2022).

Lebih lanjut dia mengatakan kasus korupsi ini diduga telah merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp8,8 triliun. Pengadaan pesawat itu diduga melawan hukum dan menguntungkan pihak Lessor.

"Yaitu ES selaku Direktur Utama PT Garuda yang kedua adalah SS selaku Direktur PT Mugi Rekso Abadi," tambah dia.

Dalam keterangan resmi Kejagung sebelumnya, Emirsyah bersama tim dibawahnya tidak melakukan evaluasi dan menetapkan pemenang pengadaan pesawat dengan tidak transparan, tidak konsisten dan tidak sesuai kriteria.

Perusahaan diduga mengabaikan prinsip-prinsip pengadaan yang harus dilalui sebagai pelat merah. Hal tersebut hingga mengakibatkan kerugian keuangan negara triliunan rupiah.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD