AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Erick Laporan ke DPR: Ada Enam BUMN Tidak Efektif Meski Sudah IPO 

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 02 Desember 2021 14:16 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir ungkap ada 28 BUMN yang sudah go publik, tetapi yang 6 tidak maksimal.
Erick Laporan ke DPR: Ada Enam BUMN Tidak Efektif Meski Sudah IPO  (Dok.MNC Media)
Erick Laporan ke DPR: Ada Enam BUMN Tidak Efektif Meski Sudah IPO  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN mencatat ada 6 emiten pelat merah yang tidak efektif, meski telah melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah itu terdiri dari 28 BUMN yang sudah mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia.

Kabar tersebut disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir kepada Komisi VI DPR RI saat rapat kerja. Meski begitu, Erick enggan merinci nama-nama emiten tersebut. 

Menurutnya, kebijakan IPO sejumlah perseroan negara itu merupakan keputusan pemegang saham terdahulu atau sebelum dirinya memimpin Kementerian BUMN. Namun, Erick mengaku akan tetap mengawal kinerja emiten di pasar modal. 

"Di sini ada isu-isu yang kami pelajari bahwa ini ada 28 BUMN yang sudah go publik, tetapi yang 6 tidak maksimal," ujar Erick, Kamis (2/12/2021). 

Dia juga menyebut dalam waktu 2021-2022 ada sejumlah BUMN yang akan mencatatkam sahamnya di BEI. Namun, pihaknya terlebih dahulu mengkaji dan mempelajari sejumlah aspek dari perusahaan-perusahaan tersebut. Termasuk, dampak signifikam terhadap kinerja perusahaan dan ekonomi nasional. 

"Kita juga gak mau meng-IPO-kan BUMN yang tidak maksimal," kata dia. 

Adapun daftar BUMN yang melakukan IPO sepanjang 2021-2022 diantaranya. Anak usaha PT Adhi Karya (Persero), PT Adhi Commuter Properti (ADCP). Perseroan akan mencatatkan saham di pasar perdana pada Desember 2021. 

Erick mencatat, saat ini Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas tengah menunggu keputusan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Lalu, ada anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Geothermal Energi (Persero). Pemegang saham memastikan IPO dilakukan pada kuartal II-2020 mendatang. Anak usaha Pertamina lain yang ikut mencatatkan sahamnya di pasar perdana adalah PT Pertamina International Shipping (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (Persero), PT Pembamgkut Listrik Tenaga Uap (Persero), dan PT Pertamina Hilir (Persero).

Sektor Kesehatan, ada PT Indonesia Healthcare Corporation (Persero) dan Bio Farma (Persero). Lalu, BUMN di bidang telekomunikasi, selain PT PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel (Persero) yang lebih dulu melakukan IPO, anak usaha Telkom lain yang menyusul adalah  PT Telkom Data Center (Persero). 

"Kalau kita lihat di 2021, ini ada Mitratel yang sudah terjadi (IPO) dan memang hari ini masih mendapat tekanan, tapi kita konfiden akan terus melakukan perbaikan," ungkap Erick.

Kemudian, sektor pertanian dan pertambangan, PT EDC and Payment Gateway (Persero), PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero), PT Inalum Operating (Persero), PT MIND ID (Persero), PT Logam Mulia (Persero). 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD