Deputi Bapanas Ketut menjelaskan pemerintah berkomitmen menjaga harga kedelai sampai di tingkat pengrajin tahu dan tempe. Tatkala harga kedelai telah melampaui HAP tingkat konsumen di Rp12.000 per kg, tentu pemerintah akan melakukan intervensi.
"Nah sekarang yang kita harus jagain adalah harga acuan di tingkat pengrajin itu Rp12.000 per kilogram. Ini harus kita jaga dan jangan dilewati. Tatkala melewati Rp12.000, maka pemerintah akan melakukan intervensi. Sekali lagi, kita jaga bareng. Harga saat ini sebagian besar masih bawah Rp12.000," kata Ketut.
Untuk diketahui, Bapanas bersama mitra kerja di daerah sepanjang tahun 2025 telah melaksanakan program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) untuk komoditas kedelai sebanyak 120.800 kg. Berkat biaya transportasi ke daerah pengrajin produk turunan kedelai ditanggung pemerintah, menjadikan harga kedelai dapat lebih ekonomis bagi pengrajin tahu dan tempe.
Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian menegaskan perintahnya kepada para importir kedelai agar dapat saling menjaga harga. Kepala Bapanas Amran meminta tidak ada yang mengambil keuntungan secara tidak wajar.
“Terkait kedelai, kami sudah minta teman-teman importir, jangan mengambil keuntungan besar. Naik bolehlah naik tetapi jangan sampai itu menekan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kapan lagi kita mau berbuat baik pada bangsa. Ini kesempatan emas untuk berbuat baik pada negara kita yang kita cinta,” kata Mentan.