sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ini Alasan BI Berhentikan JIBOR Mulai 1 Januari 2026

Economics editor Tangguh Yudha
07/01/2026 17:31 WIB
BI resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) dan sepenuhnya beralih menggunakan Indonesia Overnight Index Average (INDONIA).
Ini Alasan BI Berhentikan JIBOR Mulai 1 Januari 2026 (FOTO:iNews Media Group)
Ini Alasan BI Berhentikan JIBOR Mulai 1 Januari 2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) resmi menghentikan publikasi Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) dan sepenuhnya beralih menggunakan Indonesia Overnight Index Average (INDONIA) sebagai acuan suku bunga mulai 1 Januari 2026.

Kepala Grup Departemen Pengembangan Pasar Keuangan (DPPK) BI, Arief Rachman mengungkapkan, kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi benchmark guna memperkuat kredibilitas pasar keuangan nasional.

"Jadi pada tanggal 31 Desember yang lalu, Bank Indonesia sudah menghentikan publikasi dari JIBOR. Jadi mulai tanggal 1 Januari 2016 ini, Bank Indonesia sudah full menggunakan INDONIA," kata Arief, Rabu (7/1/2026).

Arief menjelaskan, langkah tersebut merupakan inisiatif BI dalam melakukan benchmark reform sebagaimana tertuang dalam Blueprint Pengembangan Pasar Uang (BPPU) 2030. Reformasi ini difokuskan pada penguatan mekanisme pembentukan harga di pasar keuangan agar lebih kredibel dan berbasis transaksi.

Lebih lanjut ia memaparkan, dalam BPPU 2030, BI menetapkan empat pilar pengembangan pasar keuangan, yakni produk, pricing, partisipan, dan infrastruktur. INDONIA menjadi salah satu instrumen utama dalam penguatan aspek pricing karena disusun berdasarkan transaksi riil di pasar.

"Kita harapkan pasar keuangan kita di Indonesia dapat menjadi satu-satunya acuan harga di pasar keuangan yang kredibel berdasarkan harga transaksi yang terjadi di pasar," kata Arief.

Dengan acuan harga yang lebih transparan, BI berharap pelaku pasar dapat melakukan transaksi keuangan dengan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi. Reformasi benchmark ini juga sejalan dengan inisiatif global G20 yang telah dijalankan sejak 2013.

"Kita sebagai salah satu member G20 juga melaksanakan yang disebut sebagai benchmark reform. Jadi upaya kita mengganti JBOR dengan Indonesia adalah merupakan bagian dari benchmark reform secara global," tuturnya.

Ke depan, BI menargetkan penggunaan INDONIA semakin luas, tidak hanya untuk tenor overnight. Hingga 2030, BI akan terus mengembangkan INDONIA agar dapat digunakan untuk berbagai tenor hingga 12 bulan.

"Sampai dengan nanti di 2030 kita akan terus berusaha untuk mengembangkan INDONIA ini dan tidak hanya tenor overnight tapi juga tenor-tenor lain sampai dengan 12 bulan untuk agar pasarnya pasar keuangan ini memiliki harga yang semakin kredibel," kata dia.



(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement