AALI
12300
ABBA
183
ABDA
0
ABMM
3210
ACES
1005
ACST
164
ACST-R
0
ADES
4810
ADHI
680
ADMF
8150
ADMG
166
ADRO
3120
AGAR
350
AGII
1925
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
118
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
162
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1050
AKSI
232
ALDO
930
ALKA
300
ALMI
274
ALTO
190
Market Watch
Last updated : 2022/05/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.22
-0.53%
-2.88
IHSG
6830.60
0.55%
+37.19
LQ45
1009.96
-0.59%
-6.04
HSI
20082.33
-2.72%
-561.95
N225
26349.61
-2.09%
-561.59
NYSE
15044.52
-3.2%
-497.38
Kurs
HKD/IDR 1,874
USD/IDR 14,725
Emas
858,911 / gram

Ini Alasan Bos Sampoerna Minta Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Kenaikan Tarif Cukai

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 10 September 2021 11:54 WIB
Kinerja IHT di tahun 2021, setelah mengalami penurunan hampir 10% pada tahun 2020, masih sangat dipengaruhi oleh dampak negatif pandemi Covid-19.
Ilustrasi cukai
Ilustrasi cukai

IDXChannel - Pemerintah berencana akan menaikkan tarif cukai pada 2022 mendatang. Hal ini dinilai tidak tepat karena akan menurunkan kinerja industri hasil tembakau (IHT). 

Presiden Direktur PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) Mindaugas Trumpaitis meminta kepada pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana kenaikan tarif cukai pada 2022 dengan alasan bahwa semenjak pandemi, kinerja industri hasil tembakau (IHT) dilaporkan merosot hampir 10% selama 2020.

“Kinerja IHT di tahun 2021, setelah mengalami penurunan hampir 10% pada tahun 2020, masih sangat dipengaruhi oleh dampak negatif pandemi Covid-19," kata Mindaugas, dalam Public Expose Live 2021, secara virtual, Kamis, (9/9/2021).

Bos besar Sampoerna ini memandang imbas kenaikan cukai hingga dua digit selama dua tahun terakhir memberi dampak negatif ke perseroan.

Dirinya menyatakan bahwa penerapan kebijakan cukai pada 2022 'krusial' bagi keberlangsungan usaha dan penyerapan tenaga kerja di sektor tembakau.

"Oleh karena itu, Pemerintah perlu mempertimbangkan kembali secara hati-hati rencana kenaikan tarif cukai 2022 untuk mendukung pemulihan IHT dari krisis sehingga turut berperan dalam pemulihan ekonomi nasional serta penyerapan tenaga kerja,“ tutur Mindaugas.

Seperti diketahui, kenaikan cukai dalam beberapa tahun terakhir memberi dampak keuangan HMSP. Adapun laba kotor perusahaan turun 9,3% dibandingkan periode tahun sebelumnya.

Persentase tersebut mendorong laba bersih perseroan anjlok 15,4% menjadi Rp4,1 triliun selama enam bulan pertama 2021.

Kendati demikian, konsumsi masyarakat produk HMSP masih cukup signifikan. Itu terbukti dari capaian penjualan bersih HMSP meningkat 6,5% sebesar Rp47,6 triliun.

“Penurunan mobilitas dan ekonomi masyarakat yang cenderung negatif, secara keseluruhan berdampak langsung pada kondisi finansial perusahaan dan kontribusi pajak. Terlepas dari berbagai tantangan yang ada, Sampoerna terus berupaya menjaga stabilitas bisnis dengan terus berkomitmen memperkuat inovasi dan strategi investasi, termasuk pada portofolio Sigaret Kretek Tangan (SKT),” terang Mindaugas.

Perseroan mencatat ada penurunan tren perdagangan (downtrading) di mana perokok dewasa telah beralih ke produk dengan cukai dan harga yang murah.

"Kinerja pangsa pasar Sampoerna pada semester 1 2021 mengalami penurunan sebesar 1,3 persen basis poin menjadi 28,0%. Namun demikian, Sampoerna A, produk utama perusahaan, serta portofolio SKT mencatatkan kenaikan pangsa pasar sebesar 0,5 persen basis poin menjadi 12,5% dan 0,3 persen basis poin menjadi 7,0% pada semester 1 2021," tertulis dalam laporan data keuangan perseroan. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD