AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Kanada Susul Australia, Paksa Facebook Bayar Media

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Jum'at, 19 Februari 2021 14:00 WIB
Tindakan Australia memaksa sejumlah perusahaan teknologi untuk membayar setiap konten yang naik di platform mereka tampaknya akan diikuti beberapa negara.
Kanada Susul Australia, Paksa Facebook Bayar Media. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tindakan Australia memaksa sejumlah perusahaan teknologi untuk membayar setiap konten yang naik di platform mereka tampaknya akan diikuti beberapa negara. Baru-baru ini, pemerintah Kanada secara terang-terangan akan mengikuti jejak negeri Kangguru untuk setiap konten yang diterbitkan media setempat.

Dikutip dari Reuters, Jumat (19/02/2021), Menteri Warisan Kanada, Steven Guilbeault, menyatakan bersiap untuk memaksa Facebook Inc untuk membayar setiap konten berita. Mereka menyatakan tidak akan mundur dari perang tersebut meski perusahaan sosial media itu menutup setiap berita, seperti yang dilakukan pada Australia.

Seperti diketahui, Facebook telah memblokir setiap berita yang berasal dari Australia, sehingga warga negeri Kangguru atau mereka yang berada di luar negeri, tidak akan bisa mengunggahnya di platform milik Mark Zuckerberg. Sementara, Alphabet Inc's Google setuju untuk membayar setiap link yang masuk ke platform-nya.

"Kanada berada di garis depan perang ini ... kami merupakan kelompok negara pertama di dunia yang melakukan ini," kata Guilbeault kepada wartawan.

Guilbeault, kini sedang menyusun aturan serupa sebelum dibuka untuk publik, menyesalkan aksi yang dilakukan Facebook dan menyatakan tidak akan melemahkan sikap Ottawa.

Tahun lalu, organisasi media Kanada memperingatkan kegagalan potensi pasar tanpa keterlibatan pemerintah. Mereka menyebut Australia akan mengizinkan media massa setempat untuk mendapatkan 620 juta dolar kanada atau setara dengan Rp 6,87 triliun (1 dolar kanada setara dengan Rp 11 ribu) dalam setahun. Jika pemerintah tidak melakukan aksi serupa, organisasi itu menyebut akan ada 700 dari 3.100 media cetak berhenti beroperasi.

Guilbeault menyatakan Kanada akan mengadopsi aturan yang disusun di Australia, di mana Facebook dan Google harus sepakat dengan badan usaha media di mana link mereka dipakai ke dalam layanannya, atau setuju terhadap harga yang diputuskan lembaga arbitrase. Opsi lainnya adalah mengikuti pemerintah Prancis, yang meminta kepada perusahaan teknologi untuk memulai diskusi dengan media massa dalam penggunaan konten berita.

"Kami tengah mencari model mana yang paling cocok," katanya. Dia juga menambahka, beberapa pekan lalu sempat menghubungi mitranya di Prancis, Australia, Jerman dan Finlandia untuk bekerja sama membahas kompensasi yang adil untuk konten media.

"Saya menduga dalam waktu dekat kita akan punya lima, 10, 15 negara yang mengadopsi aturan serupa ... jika Facebook juga berencana memblokir Jerman, dengan Prancis," sahutnya, sembari menyebut di titik tertentu pendekatan Facebook tidak akan berhasil. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD