AALI
11250
ABBA
74
ABDA
6500
ABMM
750
ACES
1525
ACST
380
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1385
ADMF
8525
ADMG
177
ADRO
1180
AGAR
412
AGII
1360
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
358
AHAP
62
AIMS
138
AIMS-W
0
AISA
310
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
494
AKRA
3370
AKSI
735
ALDO
450
ALKA
232
ALMI
262
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/02/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
503.52
-0.74%
-3.78
IHSG
6241.80
-0.76%
-47.85
LQ45
944.75
-0.82%
-7.79
HSI
28980.21
-3.64%
-1093.96
N225
28966.01
-3.99%
-1202.26
NYSE
0.00
-100%
-15539.42
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,262
Emas
808,747 / gram

Kanada Susul Australia, Paksa Facebook Bayar Media

ECONOMICS
Yulistyo P/IDXChannel
Jum'at, 19 Februari 2021 14:00 WIB
Tindakan Australia memaksa sejumlah perusahaan teknologi untuk membayar setiap konten yang naik di platform mereka tampaknya akan diikuti beberapa negara.
Kanada Susul Australia, Paksa Facebook Bayar Media. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tindakan Australia memaksa sejumlah perusahaan teknologi untuk membayar setiap konten yang naik di platform mereka tampaknya akan diikuti beberapa negara. Baru-baru ini, pemerintah Kanada secara terang-terangan akan mengikuti jejak negeri Kangguru untuk setiap konten yang diterbitkan media setempat.

Dikutip dari Reuters, Jumat (19/02/2021), Menteri Warisan Kanada, Steven Guilbeault, menyatakan bersiap untuk memaksa Facebook Inc untuk membayar setiap konten berita. Mereka menyatakan tidak akan mundur dari perang tersebut meski perusahaan sosial media itu menutup setiap berita, seperti yang dilakukan pada Australia.

Seperti diketahui, Facebook telah memblokir setiap berita yang berasal dari Australia, sehingga warga negeri Kangguru atau mereka yang berada di luar negeri, tidak akan bisa mengunggahnya di platform milik Mark Zuckerberg. Sementara, Alphabet Inc's Google setuju untuk membayar setiap link yang masuk ke platform-nya.

"Kanada berada di garis depan perang ini ... kami merupakan kelompok negara pertama di dunia yang melakukan ini," kata Guilbeault kepada wartawan.

Guilbeault, kini sedang menyusun aturan serupa sebelum dibuka untuk publik, menyesalkan aksi yang dilakukan Facebook dan menyatakan tidak akan melemahkan sikap Ottawa.

Tahun lalu, organisasi media Kanada memperingatkan kegagalan potensi pasar tanpa keterlibatan pemerintah. Mereka menyebut Australia akan mengizinkan media massa setempat untuk mendapatkan 620 juta dolar kanada atau setara dengan Rp 6,87 triliun (1 dolar kanada setara dengan Rp 11 ribu) dalam setahun. Jika pemerintah tidak melakukan aksi serupa, organisasi itu menyebut akan ada 700 dari 3.100 media cetak berhenti beroperasi.

Guilbeault menyatakan Kanada akan mengadopsi aturan yang disusun di Australia, di mana Facebook dan Google harus sepakat dengan badan usaha media di mana link mereka dipakai ke dalam layanannya, atau setuju terhadap harga yang diputuskan lembaga arbitrase. Opsi lainnya adalah mengikuti pemerintah Prancis, yang meminta kepada perusahaan teknologi untuk memulai diskusi dengan media massa dalam penggunaan konten berita.

"Kami tengah mencari model mana yang paling cocok," katanya. Dia juga menambahka, beberapa pekan lalu sempat menghubungi mitranya di Prancis, Australia, Jerman dan Finlandia untuk bekerja sama membahas kompensasi yang adil untuk konten media.

"Saya menduga dalam waktu dekat kita akan punya lima, 10, 15 negara yang mengadopsi aturan serupa ... jika Facebook juga berencana memblokir Jerman, dengan Prancis," sahutnya, sembari menyebut di titik tertentu pendekatan Facebook tidak akan berhasil. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD