AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Keluh Korban Pinjol Ilegal, Pinjam Rp2,5 Juta Beranak Jadi Rp104 Juta

ECONOMICS
Dimas Choirul
Kamis, 14 Oktober 2021 19:54 WIB
Anaknya telah menjadi korban intimidasi karena pernah meminjam uang senilai Rp 2,5 juta ke salah satu aplikasi pinjol milik PT ITN pada 2019.
Keluh Korban Pinjol Ilegal, Pinjam Rp2,5 Juta Beranak Jadi Rp104 Juta (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Dedi merupakan, korban jeratan pinjaman online (pinjol) PT. Indo Tekno Nusantara mengaku anaknya pernah diintimidasi perusahaan pinjol tersebut. Bentuk intimidasi tersebut mulai dari ancanam sebagai buronan polisi hingga ingin diculik. 

"Foto anak saya juga disebar ke relasi-relasi saya, dengan tulis-tulisan yang enggak-enggak," kata Dedi kepada wartawan di kantor PT ITN di Rukan Crown Blok C1-7, Green Lake City, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Kamis (14/10/2021).  

Dedi mengatakan, anaknya telah menjadi korban intimidasi karena pernah meminjam uang senilai Rp 2,5 juta ke salah satu aplikasi pinjol milik PT ITN pada 2019. Namun, karena tidak mampu membayar, anaknya kemudian ditetor terus menerus. 

"Anak saya katanya meminjam uang Rp 2,5 juta, berbunga-bunga terus itu dari 2019 totalnya 104 juta saya bayar," ungkapnya. 

Seperti diketahui, Polisi menggerebek kantor PT ITN karena diduga perusahaan tersebut menjalankan praktik pinjaman online (pinjol) ilegal. Dalam penggerebekan itu, sebanyak 32 orang pekerja diamankan polisi. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, terdapat 13 aplikasi pinjol yang dikelola PT ITN. Dari jumlah itu 10 aplikasi berstatus legal dan tiga aplikasi lainnya berstatus ilegal. 

Yusri menyebut, aktivitas perusahaan ini sudah meresahkan masyarakat, dan bahkan menyebarkan privasi konsumen yang menggunakan jasa mereka. Para kolektor di perusahaan ini dinilai telah membuat stres masyarakat, dari mulai mengancam, hingga menyebarkan konten pornografi.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD