AALI
9750
ABBA
286
ABDA
6250
ABMM
1350
ACES
1195
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
170
ADRO
2190
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
745
ALDO
1315
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.20
-0.08%
-0.40
IHSG
6554.11
-0.21%
-14.06
LQ45
938.00
-0.14%
-1.34
HSI
24283.31
0.16%
+39.70
N225
27101.98
-0.11%
-29.36
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Kemenkes: Buruh Pabrik Tanpa Smartphone Bisa Kerja Tanpa Aplikasi PeduliLindungi 

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Senin, 27 September 2021 14:29 WIB
Kemenkes ungkap buruh pabrik yang tidak miliki smartphone bisa kerja tanpa aplikasi PeduliLindungi.
Kemenkes: Buruh Pabrik Tanpa Smartphone Bisa Kerja Tanpa Aplikasi PeduliLindungi  (Dok.MNC Media)
Kemenkes: Buruh Pabrik Tanpa Smartphone Bisa Kerja Tanpa Aplikasi PeduliLindungi  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerima banyak sekali keluhan dari buruh pabrik yang tak memiliki smartphone dan akhirnya susah untuk bekerja, terkait dengan aplikasi PeduliLindungi yang menjadi syarat masuk area pabrik.

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji menerangkan bahwa pada Oktober 2021 mendatang, masalah seperti ini tak akan ada lagi. Sebab, Kementerian Kesehatan sudah bekerja sama dengan perusahaan untuk menangani masalah ini.

"Industri itu pegawainya sudah fix, ya, orangnya itu-itu saja. Itu yang akan kami daftarkan," terang Setiaji dalam webinar BNPB, belum lama ini.

Nah, bagi buruh pabrik yang memang tidak memiliki ponsel atau susah mengunduh PeduliLindungi karena memori hp kecil, maka solusi yang ditawarkan Kemenkes adalah berkomunikasi dengan pengelola pabrik dan memberitahu daftar pegawai yang sudah tercatat dengan kondisi 'khusus' tersebut.

"Jadi, malam hari sebelum bekerja, kami akan memberikan notifikasi ke pengelola pabrik, memberitahu bahwa orang tersebut sudah divaksin terus kemudian aman bekerja," ujarnya.

"Ini untuk menjawab apabila pabrik memiliki beberapa karyawan yang tidak memiliki fasilitas hp," sambungnya Setiaji.

Ataupun ada beberapa perusahaan yang terintegrasi dengan sistem yang dimiliki Kemenkes juga pada sistem absensinya. Jadi begitu si karyawan absen, langsung teridentifikasi kondisi kesehatannya.
 
"Jadi, dengan adanya open kolaborasi ini berbagai masalah yang masih dirasakan banyak masyarakat coba kami perbaiki dan berikan solusinya," tambah Setiaji.  

(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD