AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Kemenkeu Luncurkan SBR011, Yakin Tarif Minat Masyarakat

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Rabu, 25 Mei 2022 18:55 WIB
Kemenkeu hari ini meluncurkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel jenis Saving Bond Ritel (SBR) 011.
Kemenkeu Luncurkan SBR011, Yakin Tarif Minat Masyarakat (FOTO: MNC Media)
Kemenkeu Luncurkan SBR011, Yakin Tarif Minat Masyarakat (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hari ini meluncurkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel jenis Saving Bond Ritel (SBR) 011. Kemenkeu berkeyaknan, SBR011 ini akan disambut positif masyarakat.

Masa penawaran SBR011 ini akan berlangsung mulai hari ini, Rabu 25 Mei 2022 hingga 16 Juni 2022.

Kepala Subdirektorat Analisis Keuangan dan Pasar Surat Utang Negara, Direktorat SUN DJPPR, Singgih Gunarsa mengatakan, ada yang dapat kita pelajari dari masa pandemi 2020 hingga 2022 bahwa 'uncertainty' itu ada di pasar global dan akan terus terjadi. Dari sisi fiskalnya yang kita ketahui sudah lebih baik. Adapun penerimaan negara atau PBN kinerjanya sangat baik.

"APBN kita kemaren kita lihat kondisi budget kita terhitung surplus yang ini jarang terjadi dari kondisi-kondisi sebelumnya. Jadi ini sangat sehat dari sisi lain sangat bagus, terus pengeluarannya cukup konkret begitu ya, alternatif ini backstop lah istilahnya ya untuk membiayai pembangunan ini," jelas Singgih dalam IDX 2nd Session Closing, Rabu (25/5/2022).

Ditengah volatilitas yang ada, perkembangan investor ritel sangat luar biasa. Misalnya di ORI21, sejak penawaran secara elektronik atau ISBN, jumlah investornya termasuk yang tertinggi dengan mencapai 56 ribu, sedangkan investor barunya mencapai 26 ribu orang.

"Begitu juga dengan SR016 dengan 44 ribu investor dengan investor barunya dengan 20 ribuan, jadi ini kondisinya cukup potensial untuk digali lebih lanjut," katanya.

Menurut Singgih, untuk investor ritel ini disaat pandemi justru antusias untuk berinvestasi mulai dari saham hingga obligasi negara yang ritel karena cenderung aman dan terlindungi.

Untuk keuntungan berinvestasi di SBR011, Singgi menjelaskan bahwa mereka memberikan tingkat kupon yang sangat kompetitif dengan 5,5% dan kemudian adanya floating with the floor.

"Jika kemungkinan BI akan meningkatkan suku bunganya di kuartal III atau IV itu sebaiknya akan kita jaga dengan adanya kenaikan sebesar 200 basis poin yang artinya dia akan ikut mengadjust nanti tingkat kuponnya," kata dia.

Adapun hal tersebutlah yang melindungi investor dari volatilitas market maupun volatilitas dari tingkat suku bunga itu sendiri, sehingga benar-benar investornya terjaga.

Untuk tahun 2022, Direktorat SUN DJPPR menargetkan sekitar Rp100 triliun yang saat ini sudah berjalan Rp43 triliun dari dua ritel terakhir. Jadi sesuai jadwal akan ada 7 ritel yang diterbitkan, terdiri dari 3 konvensional dan 4 yang ritel.

"Jadi nanti SBR ini mungkin ada juga sukuk ritel seri SR017 mungkin di bulan Agustus, lalu ada ST juga di bulan November, ada beberapa instrumen lagi jadi siap-siap saja untuk investor ritel," ujar Singgih. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD