Secara harian, realisasi anggaran tembus di angka Rp855 miliar. Jumlah ini naik signifikan dibanding periode sebelumnya, yakni Rp8,55 miliar untuk penggunaan dana operasional harian.
Selain itu, porsi anggaran yang dilebihkan Kementerian Keuangan era Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terserap mencapai Rp55,2 triliun. Jumlah tersebut melebihi target serapan anggaran pada periode 2025, yang sebesar Rp52 triliun.
“Mungkin ini salah satu badan setara kementerian yang bisa merealisasikan anggaran sebesar itu dan ini uang turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG dan digunakan 70 persen untuk membeli bahan baku, 20 persen untuk membiayai operasional termasuk gaji relawan dan 10 persen untuk insentif bagi mitra BGN,” ujar Dadan.
Dia menitikberatkan realisasi anggaran tidak dipakai untuk kepentingan infrastruktur SPPG, karena ditanggung oleh mitra. Sehingga, fokus anggaran terserap di bahan baku makanan, dan ke depan bakal memperluas jangkauan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“Target SPPG 2026 itu kami perkirakan ada 28 ribu SPPG di aglomerasi, dan 8.617 di daerah terpencil dengan total prediksi penerima manfaat 82,9 juta. Dan diproyeksikan di pertengahan tahun tercapai proyeksi porsi MBG mencapai 21 miliar porsi,” ujar dia.
(Febrina Ratna Iskana)