AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Khusus Warga Saudi dan Ekspatriat, Ini Proses Ketat yang Dilalui Jamaah Haji 2021

ECONOMICS
Yan Yusuf/sindo
Senin, 14 Juni 2021 19:53 WIB
Tiga paket haji telah diluncurkan oleh Arab Saudi untuk menghadapi musim haji 2021.
Tiga paket haji telah diluncurkan oleh Arab Saudi untuk menghadapi musim haji 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tiga paket haji telah diluncurkan oleh Arab Saudi untuk menghadapi musim haji 2021. Pendaftaran paket itu bisa dilakukan secara online sejak Minggu (13/6/2021) lalu.

Nantinya pendaftaran akan ditutup hingga Rabu (23/6/2021) pukul 10 malam. Tidak ada prioritas untuk pelamar awal.

Mengutip dari Arabnews.com, ketiga paket itu yakni SR16.560.50 (USD4.426), SR14.381.95, dan SR12.113.95 harga belum termasuk pajak setiap paketnya.

Menurut situs web Kementerian Haji dan Umrah, orang orang akan diangkut ke tempat-tempat suci dan akan ada maksimal 20 peziarah per kendaraan.

“Mereka akan diberi makan tiga kali sehari di Mina dan dua kali makan (sarapan dan makan siang) di Arafah. Mereka akan diberikan makan malam di Muzdalifah,” katanya dikutip dalam situs itu.

Layanan makanan dan minuman lainnya akan tersedia, mengingat jamaah tak diperbolehkan membawa makanan dari luar Makkah.

Nantinya aplikasi akan melalui lima tahap, calon peziarah meninjau dan mengakui informasi kesehatan dan memberikan rincian pribadi berdasarkan surat-surat resmi mereka.

Setelahnya, sistem akan memverifikasi kelayakan pemohon haji berdasarkan data yang diberikan oleh Pusat Informasi Nasional.

Setelah aplikasi diterima, pemohon akan diberikan nomor registrasi dan melakukan wawancara virtual, hal untuk memastikan bila calon jamaah haji bebas Covid-19.

Kementerian mengatakan bahwa mendaftar haji tidak berarti izin haji akhir telah diberikan.

“Izin haji hanya akan dikeluarkan setelah aplikasi ditemukan memenuhi semua kondisi dan peraturan kesehatan wajib,” tambahnya.

Meski demikian, kementerian berhak menolak permintaan setiap saat. Termasuk sanksi tegas bila adanya pelanggaran peraturan.

Karenanya, sebelum permohonan izin haji dapat dikirim, semua pemohon harus menyatakan bahwa mereka tidak melakukan haji dalam lima tahun terakhir. Termasuk tidak menderita penyakit kronis, tak terinfeksi Covid-19, dan berusia 18-65 tahun.

“Orang juga harus mengakui bahwa mereka belum pernah dirawat di rumah sakit karena penyakit kronis atau untuk perawatan dialisis dalam enam bulan terakhir,” tambahnya.

Diketahui pada Sabtu lalu diumumkan bahwa 60.000 peziarah akan diizinkan untuk melakukan haji tahun ini, yang dimulai pertengahan Juli.

“Keputusan itu didasarkan pada keinginan terus-menerus Kerajaan untuk memungkinkan para tamu dan pengunjung di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi untuk melakukan ritual haji dan umrah," kata Kementerian Haji dan Umrah.

Untuk mempercepat pelaksaan, tahap penyortiran akan dilakukan bagi yang melakukan pendaftaran lewat aplikasi haji dimulai pada 25 Juni.

“Selain itu, pelamar harus membayar paket mereka dalam waktu tiga jam setelah memilihnya untuk menghindari pembatalan. Prioritas akan untuk pelamar terdaftar yang belum pernah melakukan haji,” tutupnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD