Lebih lanjut, dia mengatakan Jatim merupakan provinsi dengan pabrik yang cukup masif melakukan ekspor dan menjadi debitur LPEI. Setidaknya 25 persen anggaran kredit LPEI terserap di provinsi ini.
"Nah kalau nilainya selama ini sudah mencapai sekitar Rp9 triliun totalnya. Jadi luar biasa Jawa Timur untuk memanfaatkan salah satu program pemerintah untuk pengembangan ekspor," katanya.
Adapun merujuk data Pemprov Jatim, industri makanan dan minuman menempati posisi teratas dalam soal ekspor. Jumlah ekspor bernilai hingga USD2,64 miliar pada 2025.
(Febrina Ratna Iskana)