AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Manfaatkan Jabatan, Eks Kades Ini Jadi Mafia Jual Aset Desa Rp3,3 Miliar 

ECONOMICS
Agung bakti sarasa
Selasa, 30 November 2021 12:24 WIB
Tindakan yang dilakukan eks Kades Mandalawangi, Kabupaten Bandung berinisial D memanfaatkan jabatannya untuk menjual aset desa senilai Rp3,3 miliar.
Manfaatkan Jabatan, Eks Kades Ini Jadi Mafia Jual Aset Desa Rp3,3 Miliar. (Foto: MNC Media)
Manfaatkan Jabatan, Eks Kades Ini Jadi Mafia Jual Aset Desa Rp3,3 Miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tindakan yang dilakukan eks Kepala Desa (Kades) Mandalawangi, Kabupaten Bandung berinisial D sungguh keterlaluan. Dengan memanfaatkan jabatannya, dia berubah menjadi mafia tanah dengan menjual aset desa senilai Rp3,3 miliar.

Alhasil, D kini ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar menetapkan akibat menjual aset milik desa berupa tanah seluas 11.000 meter persegi kepada pihak lain.

Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jabar, Riyono mengatakan, penetapan status tersangka kepada D berdasarkan hasil operasi Bidang Intelijen yang melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan mafia tanah.

"Hasil penyelidikan dan penyidikan, Kepala Desa Mandalawangi berisial D ditetapkan sebagai tersangka," kata Riyono dalam keterangan resminya, Selasa (30/11/2021). 

Riyono menjelaskan, Desa Mandalawangi mempunyai aset berupa objek tanah carik yang sudah dimiliki secara turun temurun sejak 1960. Aset tersebut berada di Persil 12 dan 13 Blok Pasir Huut yang sebelumnya masuk wilayah Desa Bojong, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. 

Pada 2018, tersangka D bersama rekannya berinisial F dan Y sepakat menukar objek tanah yang berasal dari tiga buah akta jual beli (AJB) atas nama AS yang berada di lokasi Persil 16 Desa Mandalawangi menjadi tiga buah objek tanah yang berada di lokasi tanah carik Persil 12 di Desa Mandalawangi. 

D lalu mengistruksikan kepada tim Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk membahas proses penerbitan sertifikat dengan pengajuan atas nama YR pada tanah carik persil 12 di Desa Mandalawangi. Setelah sertifikat rampung, kata Riyono, tersangka D mengambilnya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan menyerahkannya pada YR.
 
Dalam kasus ini, D dijerat pasal 2, Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

Disinggung mengenai tersangka baru dalam kasus ini, Kasipenkum Kejati Jabar, Dodi Gazali Emil tidak memungkiri hal tersebut. Pasalnya, pengembangan kasus masih berlanjut.

"Kasus ini akan dikembangan," kata Dodi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD