AALI
10325
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1585
ACES
1475
ACST
284
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1190
ADMF
7950
ADMG
228
ADRO
1875
AGAR
352
AGII
1525
AGRO
1985
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
244
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4390
AKSI
442
ALDO
720
ALKA
240
ALMI
250
ALTO
306
Market Watch
Last updated : 2021/10/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.01
0.34%
+1.75
IHSG
6658.77
0.38%
+25.43
LQ45
976.43
0.43%
+4.23
HSI
25409.75
0.31%
+78.75
N225
29025.46
1.66%
+474.56
NYSE
16871.74
2.17%
+358.54
Kurs
HKD/IDR 1,811
USD/IDR 14,105
Emas
798,829 / gram

Marak SMS Pinjol Ilegal, Satgas Investasi Minta Masyarakat Blokir Nomor Kontak

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Sabtu, 19 Juni 2021 11:43 WIB
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan, agar masyarakat segera memblokir penawaran pinjol yang tidak resmi
Marak SMS Pinjol Ilegal, Satgas Investasi Minta Masyarakat Blokir Nomor Kontak (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Masyarakat diminta waspada mengenai penawaran pinjaman online (pinjol) ilegal marak melalui SMS. Hampir setiap hari penawaran kredit dengan fasilitas sampai ratusan juta ditawarkan dan menawarkan bunga yang rendah. 

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan, agar masyarakat segera memblokir penawaran pinjol yang tidak resmi 

"Kami menyampaikan kepada masyarakat bahwa semua penawaran pinjol melalui SMS adalah ilegal. Masyarakat diminta langsung blokir nomor yang mengirim penawaran pinjol melalui SMS," kata Tongam saat dihubungi MNC Portal di Jakarta, Sabtu (19/6/2021). 

Dia menambahkan nomor kontak pinjol ilegal ini bisa berganti-ganti setiap saat, oleh karena itu edukasi ke masyarakat merupakan yang utama kita lakukan agar tidak akses pada link pinjol melalui SMS. 

"Edukasi ke masyarakat merupakan yang utama kita lakukan agar tidak akses pada link pinjol melalui SMS," katanya. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis sampai dengan 10 Juni 2021, total jumlah penyelenggara fintech peer-to-peer lending atau fintech lending yang terdaftar dan berizin sebanyak 125 perusahaan. 

Terdapat penambahan 8 (delapan) penyelenggara fintech lending berizin yaitu, PT Duha Madani Syariah, PT Sol Mitra Fintec, PT Satustop Finansial Solusi, PT Dana Bagus Indonesia, PT Fintek Digital Indonesia, PT Solusi Teknologi Finansial, PT Komunal Finansial Indonesia, dan PT Cerita Teknologi Indonesia. 

Selain itu, terdapat 6 pembatalan tanda bukti terdaftar fintech lending yaitu, PT Mikro Kapital Indonesia, PT Pasar Dana Teknologi, PT Teknologi Finansial Asia, dan PT Artha Simo Indonesia dikarenakan belum menyampaikan pemenuhan persyaratan perizinan sehingga penyelenggara tidak memenuhi ketentuan Pasal 10 POJK nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi, serta pembatalan tanda terdaftar PT Empat Kali Indonesia dan PT Indo Fintek Digital dikarenakan ketidakmampuan penyelenggara meneruskan kegiatan operasional.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD