IDXChannel - Upaya pemerintah dalam mendorong terwujudnya ibu kota negara baru tampaknya masih membutuhkan waktu yang panjang. Gagasan yang diumumkan pada 2019 ini dijadwalkan rampung pada 2024.
Sebelumnya, proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara disahkan pada 18 Januari 2022 menjadi undang-undang (UU) yang berarti pembangunan ibu kota baru negara dapat dimulai.
Pada awal diumumkan, pembangunan IKN ini diperkirakan menelan biaya lebih dari USD35 miliar atau setara Rp524,3 triliun (kurs Rp 14.980 per USD).
Dalam desain awal IKN, ibu kota anyar ini akan menjadi superhub rendah karbon yang akan mendukung sektor kesehatan dan teknologi serta mendorong pertumbuhan berkelanjutan di luar pulau Jawa.
Namun, pembangunan IKN membutuhkan investasi besar untuk pengembangannya. Kebutuhan ini dapat menghadirkan banyak peluang bagi bisnis asing. Dari USD35 miliar yang dibutuhkan untuk pembangunan, pemerintah akan mendanai di bawah 60 persen, dengan sisanya berasal dari sektor swasta.
Indonesia kini sedang menyelesaikan peraturan yang menawarkan serangkaian insentif fiskal dan non-fiskal untuk menarik investor asing masuk ke proyek IKN.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan telah membentuk tim khusus politik dan bisnis sebagai bagian dari komite pengarah ibu kota baru. Di antaranya ermasuk Putra Mahkota Abu Dhabi Muhammad bin Zayed Al Nahyan dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair.
Namun, masa jabatan presiden Jokowi kini hanya menghitung bulan, menjelang rencana pemindahan dari Jakarta mulai awal 2024 ke provinsi Kalimantan Timur.
Potensi IKN Bagi Investor Swasta
Berdasarkan survei Knight Frank Indonesia bertajuk Property Outlook Survey 2023. kawasan IKN Nusantara dianggap sebagai salah satu kota yang berpotensi bagi sektor properti pada 2023.
Sebanyak lebih dari 200 ribu hektar hutan atau kira-kira tiga kali ukuran Kota New York akan diubah menjadi pusat administrasi baru di Indonesia.
Kawasan Strategis Nasional (KSN) IKN Nusantara akan menempati lahan seluas 256.142 hektar, dengan perkiraan empat kali lebih besar dari Jakarta. Dengan demikian, proyek ambisius ini menghadirkan peluang bagi investor dari berbagai industri. (Lihat tabel di bawah ini.)

Melihat luasan ini, IKN Nusantara akan membutuhkan infrastruktur lunak dan keras, antara lain untuk pengembangan utilitas perkotaan, manufaktur tol, pelabuhan laut dan bandara, serta jaringan dan komunikasi.
Segala kebutuhan ini akan dicapai secara bertahap, mulai dari istana presiden, kantor pusat pemerintah pusat, perumahan distrik untuk pegawai pemerintah, dan markas untuk personel militer dan polisi.
Sejumlah peluang yang menjadi daya tarik IKN Nusantara di antaranya:
1. Pengembangan Kota Pintar (Smart City)
Grand desain IKN Nusantara adalah untuk menjadi 'kota pintar' atau smart city. Ciri khas dari smart city di antaranya meliputi pembangunan informasi, komunikasi, dan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan kualitas layanan pemerintah yang lebih baik.
Pemerintah berencana memanfaatkan internet of things (IoT) untuk terhubung kepada masyarakat mulai dari pemantauan arus lalu lintas hingga penghematan energi. Dalam masterplan IKN Nusantara, sekitar 75 persen dari lokasi ibu kota akan menjadi ruang terbuka hijau, di mana 65 persen adalah kawasan lindung dan 10 persen untuk produksi pangan.
2. Infrastruktur Maritim dan Program Tol Laut
Saat pertama kali menjabat pada 2014, Jokowi mengumumkan rencana untuk mengubah Indonesia menjadi episentrum aktivitas maritim Indo-Pasifik melalui rencana induk Global Maritime Fulcrum (GMF).
Rencana tersebut melibatkan investasi lebih dari USD6 miliar untuk memperluas pelabuhan dan mengurangi biaya logistik bagi investor. Pemerintah juga berharap ini akan mendorong berdirinya produksi industri di luar Jawa, terutama di wilayah timur di mana aktivitas industri besar masih rendah. Padahal, wilayah timur mencakup 64 persen wilayah Indonesia.
Program tol laut merupakan proyek unggulan pemerintah di bawah GMF yang bertujuan untuk mengurangi disparitas harga barang kebutuhan pokok antara pulau-pulau utama di Indonesia dengan pulau-pulau kecil terisolir, terutama di bagian timur.