Eskalasi konflik global yang mengganggu pasokan energi, termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz, dinilai dapat menjadi guncangan besar bagi perekonomian global dan meningkatkan volatilitas pasar.
Selain itu, Mirae Asset juga merevisi proyeksi makro ke arah yang lebih defensif dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan berada di kisaran 5 persen dalam dua tahun ke depan, disertai nilai tukar yang masih relatif lemah dan suku bunga yang cenderung bertahan tinggi.
(Shifa Nurhaliza Putri)