AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Mobilitas Masyarakat Meningkat, Moeldoko: Jangan Sampai PPKM Darurat Diberlakukan Lagi!

ECONOMICS
Fahreza Rizky
Kamis, 09 September 2021 18:49 WIB
Kepala KSP Moeldoko mengatakan meski saat ini kondisi penanganan Covid-19 sudah membaik, namun seluruh lapisan masyarakat diminta tidak lengah.
Mobilitas Masyarakat Meningkat, Moeldoko: Jangan Sampai PPKM Darurat Diberlakukan Lagi! (FOTO: MNC Media)
Mobilitas Masyarakat Meningkat, Moeldoko: Jangan Sampai PPKM Darurat Diberlakukan Lagi! (FOTO: MNC Media)

IDXChannel — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan meski saat ini kondisi penanganan Covid-19 sudah membaik, namun seluruh lapisan masyarakat diminta tidak lengah. Jika tidak disiplin protokol kesehatan, maka akan kembali memunculkan lonjakan kasus, yang berdampak pada kembali diterapkannya PPKM Darurat

“Meski optimis, kita harus tetap hati-hati. Mobilitas penduduk kini sudah mulai meningkat lagi. Jangan sampai pemerintah terpaksa menerapkan PPKM Darurat lagi,” ungkapnya dikutip dari rilis resmi KSP, Kamis (9/9/2021). 

Walaupun COVID-19 mengubah sektor dengan sangat cepat dan semua negara gagap menghadapinya, Moeldoko mengatakan bahwa pemerintah Indonesia selalu bersiap menghadapi pandemi dengan tiga kebijakan besar. 

Pertama, melalui pendekatan kesehatan, di mana tidak boleh banyak orang yang meninggal akibat COVID-19. Kedua, melalui pendekatan perut, di mana jangan ada perut masyarakat yang kosong. 

Terakhir, melalui pendekatan insentif, di mana jangan sampai usaha baik koperasi maupun korporasi berhenti akibat pandemi. 

Moeldoko juga menyebutkan tentang positivity rate Indonesia per 6 September yang sudah turun menjadi 6,97%. Angka ini menurun drastis dari positivity rate pada Juli-Agustus yang berada di atas 15%. 

Ini artinya, tinggal sedikit lagi bagi Indonesia untuk mencapai batas 5% WHO yang mengindikasikan situasi pandemi sudah terkendali. 

“Pandemi ini memaksa kita meninggalkan cara kerja lama yang lamban dan tidak efisien menuju cara kerja baru yang berbasis teknologi,” imbuhnya. 

Ia mencontohkan data sebaran penyakit yang dulunya hanya tersedia sekali dalam setahun. Namun situasi pandemi ini menuntut pemerintah untuk mampu memantau perkembangan penyakit dan situasi kesehatan masyarakat setiap hari. 

“Kita membuktikan bahwa kita bisa melakukan hal itu. Memang kadang kita harus dipaksa masuk ke kondisi krisis dulu, baru kita bisa melakukan hal yang luar biasa,” kata Moeldoko. 

Menurut mantan Jenderal TNI ini, tantangan dalam situasi global menciptakan dunia yang selalu berubah dengan cepat, dunia yang penuh resiko, dunia dengan situasi yang kompleks, dan dunia yang penuh dengan kejutan. 

“Dulu kita tidak pernah membayangkan Work From Home, namun sekarang ini menjadi hal normal,” jelas Moeldoko. 

Moeldoko meyakini situasi pandemi memunculkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pasalnya, situasi pandemi COVID-19 menjadi pemicu untuk memikirkan ulang berbagai hal, mulai dari konsep pendidikan, setting sistem kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD