"Sistem logistik yang mumpuni dan transportasi yang andal akan mempermudah eksekusi di lapangan. Jika ada kendala, apapun bentuknya, harus segera dicarikan jalan keluar. Pemerintah pusat, Pemerintah Daerah, pelaku usaha, dan BUMN pangan harus bergandeng tangan untuk memastikan pasokan terjamin dan harga stabil," lanjutnya.
Di samping itu, program bazar pangan murah dan gerakan pangan murah juga dinilai masih relevan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Khudori juga menyoroti peran BUMN pangan dalam menjaga stabilitas harga, terutama melalui operasi pasar. Ia meminta Perum Bulog untuk terus mengoptimalkan penyaluran beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta distribusi minyak goreng rakyat MinyaKita.
"Penjualan beras SPHP yang tidak bergerak dari 4.000-5.000 ton per hari harus dievaluasi. Harga MinyaKita yang masih di atas HET (Rp15.700/liter) menandakan distribusi 35 persen minyak subsidi ini oleh BULOG dan ID FOOD belum menjawab masalah," sebutnya.
Lebih lanjut, Khudori menyoroti peran PT Berdikari yang berada di bawah holding pangan ID Food. Ia menilai perusahaan tersebut harus memastikan pasokan daging sapi dan kerbau tetap tersedia dengan harga sesuai ketentuan.