AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Pengamat Sebut Rasio Utang BUMN Melebihi Batas Wajar

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 26 Maret 2021 15:13 WIB
Kementerian Keuangan mencatat Debt To Equity Ratio BUMN ada yang mulai mendekati bahkan melebihi batas wajar yakni tiga hingga empat kali.
Pengamat Sebut Rasio Utang BUMN Melebihi Batas Wajar (FOTO:MNC Media)


IDXChannel
 - Kondisi utang sejumlah BUMN Karya saat ini disebut-sebut perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya, Kementerian Keuangan mencatat Debt To Equity Ratio BUMN ada yang mulai mendekati bahkan melebihi batas wajar yakni tiga hingga empat kali. 

Dikutip program 2nd Session Closing IDX Channel, Kamis (26/3/2021), berdasarkan data Kementerian Keuangan , Debt to Equity Ratio PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebanyak 5,76 kali, PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebanyak 3,42 kali, PT PP Properti Tbk sebanyak 2,90 kali, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) sebanyak 2,81 kali, dan PT Wijaya Karya (Persero) sebanyak 2,70 Kali. 

Sementara itu, total utang Adhi Karya mencapai Rp34,9 triliun, Waskita Karya senilai Rp91,76 triliun, PTPP sebesar Rp39,7 triliun, dan Wijaya Karya senilai Rp45,2 triliun.

"Adhi Karya walaupun relatif lebih kecil komposisi utangnya dibanding BUMN Karya lain, kalau dilihat Debt to Equity Rationya 5,76 kali, jadi utangnya 5,76 kali dari ekuitasnya. Ini sudah sebanarnya lampu merah lah untuk segera rmerestrukturisasi utang yang ada di BUMN Karya," ungkap peneliti Institute for Development of Economics and Finance, Deniey A Purwanto, dalam program 2nd Session Closing IDX Channel, Kamis (25/3/2021). 

Deniey menilai meski Adhi Karya memang memiliki utang yang relatif kecil dibanding BUMN Karya lain, namun jika dilihat dari rasio utang terhadap ekuitasnya maka Adhi Karya memiliki angka yang tinggi. 

Selain BUMN Karya, Deniey juga menyoroti rapor merah sejumlah perusahaan pelat merah. Bahkan kinerja sejumlah BUMN sudah terpuruk sejak sebelum pandemi Covid-19. Kondisi ini tercermin dari return on equity atau tingkat pengembalian terhadap modal atau ekuitas sebagian besar pada tingkat pengembalian sangat kecil bahkan ada yang negatif.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD