AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Per 8 Maret, Pendanaan Melalui Right Issue dan Private Placement Capai Rp5,26 T

ECONOMICS
Aditya Pratama
Rabu, 10 Maret 2021 08:53 WIB
Selain itu, terdapat empat perusahaan tercatat yang telah melakukan private placement dengan total fund raised sebesar Rp3,43 triliun. 
Per 8 Maret, Pendanaan Melalui Right Issue dan Private Placement Capai Rp5,26 T (FOTO:MNC Media)
Per 8 Maret, Pendanaan Melalui Right Issue dan Private Placement Capai Rp5,26 T (FOTO:MNC Media)

IDXChannel  - Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna menyebut terdapat puluhan perusahaan terbuka yang akan melakukan right issue dan private placement. Hal ini dilakukan perusahaan untuk mencari penambahan modal baru di Bursa. 

 

"Terdapat 17 perusahaan yang akan melakukan Right Issue dan tujuh perusahaan yang akan melakukan Private Placement (telah memperoleh persetujuan RUPS) dalam pipeline pencatatan saham Bursa per tanggal 8 Maret 2021," ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021). 

 

Nyoman menambahkan, BEI mencatat sebanyak tiga perusahaan telah melakukan melakukan Right Issue dengan total fund raised sebesar Rp1,83 triliun. Selain itu, terdapat empat perusahaan tercatat yang telah melakukan private placement dengan total fund raised sebesar Rp3,43 triliun. 

 

"Hingga 8 Maret 2021, total fund raised melalui penerbitan right issue dan private placement pada awal Maret 2021 sebesar Rp5,26 triliun atau meningkat sebesar 77,54 persen jika dibandingkan dengan Maret 2020 yaitu Rp2,96 triliun," kata dia. 

 

Dia menjelaskan, berdasarkan data sampai dengan awal Maret 2021, jumlah fund raised baik dari penerbitan ekuitas maupun EBUS mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan data Maret 2020. Jumlah fund raised dari penerbitan ekuitas per Maret 2021 mengalami peningkatan 21,41 persen, dimana pada Maret 2020 adalah sebesar Rp6,62 Triliun dan pada Maret 2021 menjadi sebesar Rp8,03 Triliun.  

 

Demikian juga jumlah fund raised dari penerbitan EBUS per Maret 2021 juga mengalami peningkatan 22,32 persen jika dibandingkan dengan Maret 2020 dimana sebelumnya adalah sebesar Rp196,09 triliun menjadi sebesar Rp239,85 triliun.  

 

Sebagai informasi, berdasarkan data historis sejak 2016 sampai dengan 2020, jumlah fund raised yang diperoleh dari ekuitas dan EBUS mengalami peningkatan dengan rata-rata 27,60 persen. 

 

"Dengan kondisi ekonomi yang mulai menunjukan tanda-tanda pemulihan, tentu saja berdampak pada kegiatan perusahaan yang membutuhkan pendanaan. Berdasarkan kondisi tersebut, Bursa mengharapkan fund raised melalui penerbitan ekuitas maupun EBUS akan menjadi alternative pendanaan di tahun 2021," ucapnya.

(Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD