AALI
9775
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
755
ACES
1475
ACST
286
ACST-R
0
ADES
1695
ADHI
1170
ADMF
8125
ADMG
172
ADRO
1195
AGAR
428
AGII
1115
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
72
AIMS
448
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3340
AKSI
0
ALDO
885
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.85
-0.17%
-0.78
IHSG
5965.75
-0.17%
-10.16
LQ45
889.22
-0.13%
-1.20
HSI
28515.76
0.34%
+97.78
N225
29391.19
2.01%
+578.56
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,856
USD/IDR 14,435
Emas
829,817 / gram

Pertama Kalinya Sejak Era Susi Pudjiastuti, KKP Tenggelamkan 10 Kapal Pelaku Illegal Fishing

ECONOMICS
Taufik Fajar/Okezone
Kamis, 04 Maret 2021 12:00 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia melaksanakan penenggelaman 10 kapal pelaku illegal fishing.
Pertama Kalinya Sejak Era Susi Pudjiastuti, KKP Tenggelamkan 10 Kapal Pelaku Illegal Fishing (FOTO: MNC Media)

IDXChannel  - Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Kejaksaan Agung Republik Indonesia melaksanakan penenggelaman 10 kapal pelaku illegal fishing yang telah memperoleh putusan tetap pengadilan (inkracht). 

Penenggelaman dilakukan di Perairan Air Raja, Galang Batam. Eksekusi putusan pengadilan ini merupakan bentuk komitmen KKP dan Kejaksaan Agung dalam pemberantasan Illegal Fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

"Penenggelaman dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Batam sebagai eksekutor terhadap 10 kapal pelaku illegal fishing," ujar Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/3/2021).

Lebih lanjut Antam menjelaskan bahwa kesepuluh kapal yang ditenggelamkan tersebut terdiri dari 8 kapal berbendera Vietnam yaitu KG 95786 TS, BD 30919 TS, BD 30942 TS, KG 94376 TS, KG 94654 TS, TG 9481 TS, TG 9437 TS dan 2 kapal berbendera Malaysia yaitu SLFA 4654 dan Karang 6.

"Eksekusi penenggelaman hari ini dilakukan terhadap kapal illegal fishing berbendera Vietnam dan Malaysia," ungkap dia.

Secara khusus Antam menyampaikan apresiasinya dan terima kasih kepada jajaran Kejaksaan Agung baik yang berada di Pusat maupun Daerah atas dukungannya dalam pemberantasan illegal fishing. Antam menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Menteri Trenggono, KKP tetap berada dalam posisi untuk tidak berkompromi terhadap pelaku illegal fishing.

"Diharapkan penenggelaman ini memberikan efek gentar (deterrent effect) bagi kapal-kapal asing yang masih berani mencuri di perairan kita," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Polin Octavianus Sitanggang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemusnahan dilakukan dalam dua tahap yaitu hari Rabu dan Kamis. Untuk hari Rabu ada 4 kapal sedangkan pada hari Kamis ada 6 kapal yang akan ditenggelamkan.

"Prosesnya penenggelaman melubangi bagian lambung dan diisi dengan air dan pemberat lainnya agar mudah tenggelam. Mudah-mudahan ini bermanfaat menjadi rumah ikan," tandas dia.

Untuk diketahui, selain 10 kapal ikan asing illegal yang ditenggalamkan di Batam tersebut. Sebanyak 21 kapal lain yang telah inkrah direncanakan juga akan dimusnahkan di beberapa lokasi diantaranya di Natuna (9 kapal), Pontianak (4 kapal), Lampulo (2 kapal), Sebatik-Nunukan (1 kapal), Bitung (1 kapal), Merauke (3 kapal), dan Batam (1 kapal, dibawah penguasaan Kejari Karimun). (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD