AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

PPKM Level 3 Batal, Pengusaha Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan

ECONOMICS
Athika Rahma
Kamis, 09 Desember 2021 13:09 WIB
Keputusan pemerintah untuk membatalkan PPKM level 3 selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) disambut baik oleh kalangan pengusaha.
PPKM Level 3 Batal, Pengusaha Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan. (Foto: MNC Media)
PPKM Level 3 Batal, Pengusaha Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Keputusan pemerintah untuk membatalkan PPKM level 3 selama liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) disambut baik oleh kalangan pengusaha. Meski begitu, mereka berjanji untuk tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani mengatakan, keputusan pemerintah ini cukup efektif untuk menyeimbangkan penanganan pandemi dan ekonomi. 

"Menurut saya ini suatu kebijakan gas dan resmi yang efektif dijalankan oleh pemerintah," ujar Hariyadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (9/12/2021). 

Senada dengan Hariyadi, Wakil Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani turut mendukung penuh kebijakan pemerintah yang menerapkan pembatasan sesuai dengan kondisi penanganan Covid-19 di daerah masing-masing. 

Shinta berujar, pembatasan harus diterapkan berdasarkan beragam unsur, seperti level vaksinasi, level pencapaian herd immunity dan lainnya. 

"Jelas ada beberapa sektor yang terdampak jika pembatasan akhir tahun dilakukan," katanya. 

Meski tidak ada pembatasan skala nasional, Shinta mengatakan pengusaha berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan dengan ketat agar momen nataru tidak membuat kasus Covid-19 melonjak. 

"Di satu sisi kita displin, tapi kita juga tetap membuka kesempatan untuk sektor-sektor yang berhubungan dengan mobilitas agar berjalan meski ada pembatasan tertentu," pungkas Shinta. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD