Dengan upaya tersebut, Purbaya menargetkan percepatan operasional. Jika sebelumnya proyek diprediksi baru on-stream pada 2030-2031, ia berharap pada 2029 sudah mulai produksi.
"Saya sih kalo bisa 2029, sebelum 2029 sudah kelihatanlah bangunannya. Jadi gasnya sudah berproduksi. Kita akan percepat semaksimal mungkin, saya cuma bisa mendukung saja kan, yang jelas seluruh hambatan di pemerintah kita akan hilangkan," tuturnya.
Terkait TKDN, Menkeu menyatakan akan melakukan analisis cepat melalui tim tugas khusus tersebut. Ia menyadari bahwa proyek gas memiliki standar keamanan yang sangat tinggi, sehingga kualitas teknologi menjadi prioritas utama.
"Nanti dianalisa di Kementerian Keuangan, tapi analisanya akan cepat. Sehingga kalau memang di dalam negeri enggak ada, yaudah ke luar negeri. Dan kalo di dalam negeri memang belum mampu, karena memang ini skala besar kan. Kalau field gas tuh, elemen keamanannya amat tinggi. Salah sedikit itu meledak," kata Purbaya.
Seperti diketahui, proyek Lapangan Abadi Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di Maluku. Proyek ini dikelola oleh konsorsium besar yang terdiri dari Inpex Masela Ltd 65 persen (Operator), PT Pertamina Hulu Energi Masela 20 persen, dan Petronas Masela Sdn. Bhd 15 persen.