sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Purbaya Bentuk Tim Khusus untuk Percepat Proyek Blok Masela, Targetkan Produksi 2029

Economics editor Anggie Ariesta
24/02/2026 16:49 WIB
Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakselerasi megaproyek Blok Masela. Salah satu caranya dengan membentuk tim khusus.
Purbaya Bentuk Tim Khusus untuk Percepat Proyek Blok Masela, Targetkan Produksi 2029. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)
Purbaya Bentuk Tim Khusus untuk Percepat Proyek Blok Masela, Targetkan Produksi 2029. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmen pemerintah untuk mengakselerasi megaproyek Strategis Nasional (PSN) Onshore LNG Abadi Blok Masela. Salah satu upayanya dengan membentuk tim khusus (special task force).

Pembentukan tim khusus merupakan salah satu upaya Purbaya memberikan perlakuan khusus bagi investor Blok Masela guna memastikan proyek tersebut tidak lagi terhambat oleh birokrasi yang lamban.

"Sebelumnya tuh keluarnya lambat sekali, izin-izin segala macam. Sebetulnya izin-izin intern keluar kan Januari, Februari. Yang lingkungan hidup dan lain-lain kan itu sebetulnya dipercepat karena mereka tahu mau dibawa ke sini. Jadi mereka percepat semua," kata Purbaya usai memimpin Sidang Debottlenecking Investasi, Selasa (24/2/2026).

Ia menegaskan bahwa segala bentuk hambatan, mulai dari masalah lingkungan hingga impor alat industri, akan diselesaikan dalam satu meja di Kementerian Keuangan.

"Saya bilang ke mereka yaudah kita set up satu tim di sini, di mana mereka bisa laporkan itu secara reguler kapanpun. Nanti kita beresin di sini. Jadi saya akan perlakukan mereka sebagai investor spesial, di mana kalo ada hambatan datangnya ke sini, diberesinnya di sini. Ini kan perwakilan pemerintah semua ya," ujar dia.

Dengan upaya tersebut, Purbaya menargetkan percepatan operasional. Jika sebelumnya proyek diprediksi baru on-stream pada 2030-2031, ia berharap pada 2029 sudah mulai produksi.

"Saya sih kalo bisa 2029, sebelum 2029 sudah kelihatanlah bangunannya. Jadi gasnya sudah berproduksi. Kita akan percepat semaksimal mungkin, saya cuma bisa mendukung saja kan, yang jelas seluruh hambatan di pemerintah kita akan hilangkan," tuturnya.

Terkait TKDN, Menkeu menyatakan akan melakukan analisis cepat melalui tim tugas khusus tersebut. Ia menyadari bahwa proyek gas memiliki standar keamanan yang sangat tinggi, sehingga kualitas teknologi menjadi prioritas utama.

"Nanti dianalisa di Kementerian Keuangan, tapi analisanya akan cepat. Sehingga kalau memang di dalam negeri enggak ada, yaudah ke luar negeri. Dan kalo di dalam negeri memang belum mampu, karena memang ini skala besar kan. Kalau field gas tuh, elemen keamanannya amat tinggi. Salah sedikit itu meledak," kata Purbaya.

Seperti diketahui, proyek Lapangan Abadi Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berlokasi di Maluku. Proyek ini dikelola oleh konsorsium besar yang terdiri dari Inpex Masela Ltd 65 persen (Operator), PT Pertamina Hulu Energi Masela 20 persen, dan Petronas Masela Sdn. Bhd 15 persen.

Proyek ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi ketahanan energi nasional dengan target kapasitas produksi di antaranya 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), 150 juta standar kaki kubik gas pipa per hari (MMSCFD), dan 35.000 barel kondensat per hari (bph).

Hadirnya Blok Masela diharapkan tidak hanya memperkuat cadangan gas nasional tetapi juga menciptakan efek pengganda (multiplier effect) bagi ekonomi lokal di wilayah Timur Indonesia.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement