Dia menjelaskan, India telah memiliki teknologi pemurnian rare earth yang dinilai dapat mendukung pengembangan industri hilir di Indonesia. Selain itu, India juga menawarkan teknologi untuk pembangunan industri magnet berbasis logam tanah jarang.
"Jadi kita sudah beberapa kali, tim dari Perminas dan BRIN juga sudah ke India, sudah bahkan pembicaraan-pembicaraan," ujar Brian.
"Jadi India memiliki teknologi-teknologi untuk pemurnian rare earth dan mereka juga menawarkan teknologi untuk pembangunan industri magnet. Nah ini kita sedang jajaki seperti apa," ujar dia.
Brian menegaskan, pemerintah menargetkan pembangunan industri pengolahan rare earth di dalam negeri sebagai bagian dari penguatan hilirisasi mineral strategis nasional. Kerja sama dengan India diharapkan mampu mempercepat penguasaan teknologi sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.