AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Sebelum Jadi Kelab, Holywings Sempat Jual Nasi Goreng

ECONOMICS
Melati Kristina - Riset
Selasa, 28 Juni 2022 12:19 WIB
Holywings merupakan unit usaha food and beverage (F&B) yang menawarkan konsep beer house, klub malam, dan lounge.
Sebelum Jadi Kelab, Holywings Sempat Jual Nasi Goreng. (Foto: MNC Media)
Sebelum Jadi Kelab, Holywings Sempat Jual Nasi Goreng. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Holywings tengah menjadi sorotan publik belakangan ini karena meluncurkan promo minuman beralkohol gratis bagi nama Muhammad dan Maria. Promosi tersebut dilakukan guna meningkatkan penjualan bisnis bar ini.

Menurut pihak Polres Metro Jakarta Selatan, promosi tersebut ditujukan untuk meningkatkan penjualan di berbagai outlet Holywings yang penjualannya di bawah target 60 persen.

Konten promosi yang dipublikasikan di media sosial tersebut disetujui oleh tersangka SDR (27 tahun), sebagai Creatve Director Holiwings. Selain itu, lima orang lainnya yang bergerak sebagai tim pemasaran dan media sosial yang mempromosikan ide tersebut turut menjadi tersangka atas kasus tersebut.

Buntutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mencabut izin usaha seluruh gerai Holywings di Ibu Kota. Pencabutan izin tersebut dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta pada Senin (27/6).

“Sesuai arahan Gubernur temuan dua OPD Pemprov DKI Jakarta, maka kami selaku Dinas PM-PTSP mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Kepala DPMPTSP DKI, Benny Agus Chandra, Senin (27/6/2022), dilansir dari IDX Channel.

Pencabutan izin usaha ini bukan semata-mata karena kasus tersebut, melainkan berbagai pelanggaran yang menjadi dasar rekomendasi keputusan Pemprov DKI Jakarta.

Kadis Parekraf, Andhika Permata, mengungkapkan bahwa dari pemeriksaan dokumen perizinan Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS RBA) serta pemantauan lapangan, beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 jenis usaha Bar yang telah terverifikasi.

Informasi saja, Standar KBLI 56301 adalah Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia (KBLI) yang harus dimililiki oleh operasional usaha bar yang menjual minuman beralkohol.

“Pelaku usaha hanya memiliki Surat Keterangan Pengecer (SKP) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 47221 untuk pengecer minuman beralkohol, yang mana penjualan minuman beralkohol hanya diperbolehkan untuk dibawa pulang dan tidak untuk diminum di tempat,” ujar Andhika Permata.

Selain itu, terdapat lima outlet Holywings yang tidak memiliki legalitas Surat Keterangan Penjual Langsung (SKPL) golongan B dan C sebagai penjual minuman alkohol untuk minum di tempat.

Bermula dari Bisnis Nasi Goreng, Ini Sejarah Holywings

Holywings merupakan unit usaha food and beverage (F&B) yang menawarkan konsep beer house, klub malam, dan lounge. Saat ini, Holywings memiliki tiga gerai yakni Holywings Club, Holywings Bar, dan Holywings Restaurant yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bekasi, Serpong, Surabaya, Medan, hingga Makassar.

Perusahaan tersebut didirikan oleh PT Aneka Bintang Gading pada 2014 lalu. Adapun pemilik sekaligus pendiri bisnis ini adalah Ivan Tanjaya bersama Eka Setia Wijaya. Informasi saja, selebritis Hotman Paris hingga Nikita Mirzani jadi pemegang saham usaha kafe dan bar ini.

Sebelum berkembang menjadi Holywings seperti sekarang, bisnis F&B ini bermula dari sebuah bisnis nasi goreng. Menurut Co-Foundernya, ivan Tanjaya, Ia bersama rekannya, Eka mendirikan Kedai Opa di Kelapa Gading dengan konsep nasi goreng. Namun, bisnis tersebut hanya bertahan selama tiga bulan.

Kemudian, Ivan dan Eka mengubah konsep bisnis sesuai apa yang telah mereka dipelajari dari China, yaitu minum sambil makan dengan live music. Sementara nama Holywings terinspirasi dari nama Steak Holycow.

Holywings menyajikan sayap ayam sebagai menu utamanya. Akan tetapi, demi menarik pengunjung lebih banyak, Holywings menjual minuman beralkohol dengan live music sebagai hiburan. (ADF)

Periset: Melati Kristina

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD