AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Tenaga Robot vs Manusia, Mana yang Lebih Hemat?

ECONOMICS
Ikhsan Permana SP/MPI
Jum'at, 24 Juni 2022 07:16 WIB
Selain biayanya lebih terjangkau, penggunaan robot juga dikaitkan dengan upaya untuk menurunkan emisi.
Tenaga Robot vs Manusia, Mana yang Lebih Hemat?  (FOTO:MNC Media)
Tenaga Robot vs Manusia, Mana yang Lebih Hemat? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan Bob Azam mengatakan penggunaan robot dalam suatu industri daapt membuat biaya produksi yang dikeluarkan bisa diprediksi.

"Memang unavoidable ya penggunaan robot apalagi kita juga masuk ke era IR 4.0 ya jadi satu keniscayaan otomatisasi juga semakin lama nanti akan semakin tinggi porsinya karena sekarang sudah makin murah, makin efisien apalagi kita dihadapi inflasi yang tinggi, kemungkinan kenaikan biaya buruh dan lain sebagainya gitu. Jadi memang satu pilihan bahwa kita banyak industri nanti lebih intens penggunaan robot ya," ungkap Bob kepada MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (23/6/2022).

Ia menambahkan selain biayanya lebih terjangkau, penggunaan robot juga dikaitkan dengan upaya untuk menurunkan emisi.

"Jadi bukan hanya robot tetapi juga industri harus mulai menata ya prosesnya untuk lebih bersih lagi gitu Jadi bukan hanya robot tapi juga green manufacturing juga jadi isu kedepan," tambahnya.

Selain itu menurut Bob yang paling penting dalam berbisnis itu adalah pembiayaan bisa diprediksi sehingga pengusaha bisa menetapkan harga.

"Kalau robot dia kan kita tinggal hitung aja pricenya dibagi 10 tahun jelas ya biayanya per tahun berapa sehingga kita nggak terombang-ambing kita bisa menetapkan harga kita bisa menetapkan biaya dan menetapkan harga gitu loh, segera. Jadi jauh lebih prediktable, isunya seperti itu," ujarnya.

Meskipun begitu, Bob menyampaikan tidak perlu khawatir bahwa dengan adanya robot kemudian akan menyebabkan tergerusnya tenaga kerja.

Menurutnya robot itu tetap membutuhkan perawatan namun kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan lebih tinggi.

"Kalau dulu kita mendidik operator mungkin butuh 3 sampai 4 bulan nah ke depan kita harus mendidik orang-orang yang bisa maintenance robot," jelasnya.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD