AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Tolak Beri PMN ke BUMN Sakit, Jokowi: Tutup Saja Pak Erick! 

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Sabtu, 16 Oktober 2021 15:13 WIB
Jokowi tegaskan tidak akan memberikan proteksi bagi BUMN yang masuk kategori sakit.
Tolak Beri PMN ke BUMN Sakit, Jokowi: Tutup Saja Pak Erick!  (Dok.MNC Media)
Tolak Beri PMN ke BUMN Sakit, Jokowi: Tutup Saja Pak Erick!  (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar Kementerian BUMN untuk tidak lagi memberikan proteksi kepada perusahaan pelat merah yang masuk kategori sakit. Proteksi yang dimaksud berupa penyertaan modal negara (PMN). 

Justru, kepala negara meminta agar Menteri BUMN mengambil langkah likuidasi atau pembubaran terhadap perseroan sakit tersebut. Meskipun PMN dikucurkan untuk membantu operasional perusahaan, Jokowi meyakini tidak lantas membuat perusahaan bisa berkompetisi di era 4.0 atau di pasar terbuka. 

"Jadi tidak ada namanya proteksi-proteksi lagi itu, sudah dilupakan Pak Menteri (Erick Thohir) yang namanya proteksi-proteksi. Kalau Pak Menteri sampaikan ada perusahaan seperti ini (sakit), kondisi seperti ini, tutup saja, tidak ada selamat-selamatin kalau sudah begitu," ujar Jokowi, Sabtu (16/10/2021). 

Tercatat, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyepakati PMN Tahun Anggaran 2021 untuk 7 BUMN senilai Rp35,135 triliun. Sebelumnya, Kemenkeu baru menyepakati PMN untuk PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp 6,2 triliun.

PMN BUMN 2021 nantinya dialokasikan untuk program penugasan pemerintah hingga restrukturisasi.

Jokowi mencatat, banyak perusahaan pelat merah yang masuk kategori sakit, namun terus menerima kucurkan dana segar negara. Langkah proteksi itu justru dinilai mengurangi core value perusahaan hingga membuat perseroan menjadi mandul untuk bersaing di pasar global. 

Di lain sisi, Presiden menginginkan agar seluruh BUMN mampu bertransformasi baik secara bisnis, sumber daya manusia (SDM), teknologi, hingga sumber daya lainnya. Langkah itu menjadi bagian daripada proses adaptasi terhadap perubahan tatanan dunia saat ini   =

"Dunia sudah kayak gini, revolusi industri 4.0, distribusi teknologi, sudah pandemi, dan saudara-saudara tidak merespon ketidakpastian ini, dengan adaptasi secepat-cepatnya," ungkap dia. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD