AALI
12000
ABBA
184
ABDA
6250
ABMM
3050
ACES
980
ACST
157
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
685
ADMF
8075
ADMG
179
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1970
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
62
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
905
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26677.80
-0.26%
-70.34
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,471 / gram

Wishnutama Sebut Transformasi Digital Harus Bisa Ciptakan Ekonomi Baru

ECONOMICS
Winda Destiana
Sabtu, 29 Januari 2022 17:30 WIB
Transformasi digital yang ada hari ini di Indonesia dinilai salah kaprah.
Wishnutama Sebut Transformasi Digital Harus Bisa Ciptakan Ekonomi Baru
Wishnutama Sebut Transformasi Digital Harus Bisa Ciptakan Ekonomi Baru

IDXChannel - Transformasi digital yang ada hari ini di Indonesia dinilai salah kaprah. Hal tersebut disampaikan oleh pakar digital Wishnutama Kusubandio. 

"Transformasi digital itu apa sih, agar kita bisa menyambut masa depan lebih baik, kita mesti berhasil melakukan transformasi digital, yang basic dulu lah jangan kejauhan," kata pria yang akrab disapa Mas Tama, saat dihubungi melalui panggilan telepon. 

Menurutnya, baik di perusahaan atau pun institusi lainnya, bahkan negara, umumnya melihat transformasi digital ini adalah transformasi teknologi saja tanpa memikirkan bagaimana new economy dapat tercipta dan memberikan dampak yg signifikan untuk masyarakat dan negara.

Perubahan dari segi teknologi itu hanya berperan 30 persen dalam kesuksesan transformasi digital. 

Adapun yang membuat transformasi digital itu berhasil adalah transformasi mindset atau pola pikir, transformasi pola kerja, tranformasi proses. 

"Nah ini yg terjadi sekarang, teknologinya di transformasi mindset, pola kerjanya bisnis, prosesnya tidak berubah, ngga akan berhasil sampai kapan pun juga kalau cuma teknologinya doang," tegas pria 51 tahun itu.

Jika bicara hanya perubahan teknologi, bisa dengan mudah membeli layanan-layanan digital lain yang sudah tersedia. Tetapi, yang tidak bisa dibeli dengan gampang adalah mengubah pola pikir yang selema ini sudah menjadi kebiasaan. 

"Kenyataannya begitu dan itu problem semua perusahaan maupun institusi yang berniat melakukan transformasi digital," tuturnya. 

Dari mereka yang ingin melakukan transformasi digital, tidak sampai 15 persen di dunia ini yang benar-benar berhasil melakukannya. 

Itu lah yang menjadi tantangan ke depannya, sebelum jauh membicarakan soal blockchain, metaverse dan sebagainya, yang perlu diperbaiki adalah pondasinya terlebih dahulu.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD