“Jangan takut lemak (do not fear fats), selama lemaknya adalah good fats seperti butter, kuning telur, dan alpukat. Syaratnya cuma satu, kalau lemak tinggi, karbo harus rendah, karena lemak dan karbo dua-duanya adalah kontribusi energi di badan," tegas Ade Rai.
6. Bangun Mind-Muscle Connection Saat Latihan
Latihan beban tidak sekadar mengejar target angka atau program terukur, melainkan memahami manfaat besar di balik setiap gerak tubuh.
"Make sure kita tidak kelaparan akan arti dan makna setiap latihan beban. Latihan beban itu bermanfaat buat tulang, otak, dan toleransi glukosa. Makanya setiap latihan beban, rasakan otot yang ditargetkan (mind-muscle connection)," jelas dia.
7. Variasikan Makanan Utuh untuk Stabilkan Gula Darah
Ade Rai menyarankan variasi sumber protein dan karbohidrat, terutama memprioritaskan makanan alami (whole foods) daripada makanan olahan (processed foods). Makanan olahan yang halus memicu lonjakan gula darah (roller coaster energy) yang berisiko merusak fungsi insulin dan pankreas.
"Kalau obat hanya sekadar emergency, ada nuansa urgency di sana. Tapi selalu ada pesan dokter, kita tetap harus mengubah root cause of the problem, yaitu ulah dan perilaku kita sendiri," tutur Ade Rai.