AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Sempat Jadi Loper Koran hingga Berjualan Keset, Mantan TKI Ini Sukses Jadi Pengusaha di Hongkong

INSPIRATOR
Michelle Natalia
Minggu, 19 September 2021 14:44 WIB
Mantan TKI kini sukses jadi pengusaha dan investor di Hong Kong. Kesuksesannya menurut Chandra dapat menginspirasi orang lain untuk sukses.
Sempat Jadi Loper Koran hingga Berjualan Keset, Mantan TKI Ini Sukses Jadi Pengusaha di Hongkong (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Seorang mantan TKI, Wahyudi Chandra kini sukses jadi pengusaha dan investor di Hong Kong. Kesuksesannya menurut Chandra dapat menginspirasi orang lain untuk sukses.  

"Itu nilai sukses, suksesnya relatif per orang. Tingginya langit ada yang lebih tinggi lagi," ujar Chandra dikutip dari channel Youtube Mboke Memey pada Minggu (19/8/2021).  

Chandra mengawali perjuangannya dari awal tahun 1990-an, meninggalkan Lombok kampung halamannya menuju Hong Kong. Setibanya di sana, dia tidak hanya mengerjakan satu pekerjaan saja. Menjadi loper koran, penjual makanan, berjualan kaset, dan bekerja saat libur pun ia lakoni. 

Pada tahun 1996, ia menyadari bahwa banyak potensi bisnis lain yang cukup besar. Keahlian yang dia peroleh dan miloko tentang bisnis remitasi atau pengiriman uang pun akhirnya dia tuangkan dengan membuka toko kecil-kecilan.  

Saat ini, toko minimarket yang bernama “Berjuang Menembus Impian” alias BMI milik Chandra tidak hanya jadi rujukan bagi para TKI untuk berbelanja, namun juga orang Hong Kong yang ingin berbelanja bahan-bahan masakan / produk Indonesia. 

Causewaybay menjadi lokasi favorit para TKI di Hong Kong untuk berbelanja dan mengirimkan uang ke tempat asalnya. Seringkali BMI menjadi tempat yang direkomendasikan karena harga yang ditawarkan jauh lebih rendah daripada jasa pengiriman uang melalui bank biasa. Hal ini yang turut menarik perhatian dan kepercayaan para investor kepada Chandra. 

Hingga saat ini, Chandra tetap menjadi pribadi yang teguh dan beretos kerja tinggi. Masih banyak lini bisnis yang ia kembangkan, seperti biro perjalanan, money changer, pengiriman uang, restoran, dan juga balai latihan kerja, seperti restoran Kampoeng Indonesia dan Chandra Remitence. Namun, hantaman pandemi pun sempat memukul bisnis-bisnis yang ada di Hong Kong sejak penerapan lockdown. 

"Ketika awal menghadapi pandemi Covid-19, awalnya saya tidak terasa. Yang terasa sekali itu ketika Hong Kong lockdown, saya sudah beranggapan bahwa usaha saya selesai, namun, saya tidak menyerah," ungkapnya. 

Chandra mengatakan bahwa inti dari pada hidup, adalah manusia ketika menghadapi tantangan, tidak boleh menyerah. Sebab, jika menyerah, bagaimana manusia bisa tahu jika Tuhan menolong hidupnya. 

"Di sini, saya belajar dari pengalaman hidup ketika lockdown, saya sudah panggil semua karyawan terkait usaha yang sulit akibat lockdown. Tapi, saya selalu tekankan tidak boleh menyerah, usaha saya tetap berjalan sekarang, meski omzet sempat menurun. Saya sampai sekarang beranggapan usaha saya masih untung, belum rugi," pungkasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD