AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Ada Pelambatan Transformasi, Bank Raya (AGRO) Rugi Rp3,05 Triliun di 2021

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 01 April 2022 09:55 WIB
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menelan kerugian bersih mencapai Rp3,05 triliun sepanjang tahun 2021.
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menelan kerugian bersih mencapai Rp3,05 triliun sepanjang tahun 2021.
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menelan kerugian bersih mencapai Rp3,05 triliun sepanjang tahun 2021.

IDXChannel - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) menelan kerugian bersih mencapai Rp3,05 triliun sepanjang tahun 2021. Kinerja tersebut merosot dibandingkan laba bersih yang dicapai AGRO tahun 2020 senilai Rp31,26 miliar.

Direksi AGRO memaparkan perseroan masih membukukan kinerja yang baik, ditopang oleh kegiatan operasional dan transformasi menuju bank digital.

"Terjadi perlambatan sebagai dampak dari proses transformasi menjadi bank digital yang sedang berlangsung, secara umum, Bank Raya masih dapat menjalankan fungsi intermediasi dengan baik, tercermin dari sejumlah indikator kinerja yang positif," kata Direktur Utama Perseroan, Kaspar Situmorang, dalam konferensi pers, Kamis (31/3/2022).

AGRO mengantongi pendapatan bunga bersih senilai Rp873,56 miliar, atau tumbuh 39,85% yoy dibandingkan pendapatan tahun 2020 sebanyak Rp624,63 miliar.

Perseroan mampu memangkas beban bunga yang cukup signifikan pada akhir 2021, yaitu sebesar 40,80% menjadi Rp773,62 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,30 triliun

"Penurunan (beban) diiringi dengan kegiatan operasional yang dapat dijalankan secara efisien, sehingga tanpa memperhitungkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas aset, Bank Raya membukukan pre-provisioning operating profit sebesar Rp582 miliar atau naik 53,18% YoY," lanjutnya.

Sementara itu, rasio margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) dan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM/CAR) yang berhasil dijaga sesuai target yang ditetapkan pada Rencana Bisnis Bank, yaitu masing-masing sebesar 3,87% dan 20,24%.

Penyaluran kredit AGRO berjumlah sebesar Rp11,61 triliun. Capaian ini mengalami penurunan sebesar 40,45% YoY dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi penyaluran dana pihak ketiga, Bank Raya mencatat dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp13,50 triliun, turun sebesar 41,31% YoY.

"Ini mencerminkan kebijakan penurunan suku bunga simpanan yang diambil Perseroan karena adanya penyesuaian kebutuhan dana akibat perubahan fokus bisnis," tukasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD