"Kondisi ini memperlihatkan bahwa model bisnis BCA masih sangat resilient di tengah dinamika ekonomi global, sehingga perusahaan tetap mampu menghasilkan profitabilitas yang tinggi sekaligus memberikan return yang menarik bagi pemegang saham," kata dia.
Selain pembagian dividen tersebut, manajemen juga membuka peluang untuk meningkatkan frekuensi dividen interim mulai tahun buku 2026. Jika kondisi keuangan perusahaan tetap solid, BCA berpotensi membagikan dividen interim lebih sering dalam setahun.
"Kebijakan ini tentu menjadi sentimen positif bagi pasar karena mencerminkan stabilitas arus kas perusahaan sekaligus memperkuat daya tarik saham BCA sebagai saham dengan karakter dividend play yang konsisten," kata Hendra.
Dia menegaskan, bagi investor jangka panjang maupun investor institusi, kepastian distribusi dividen yang lebih rutin biasanya menjadi faktor penting dalam menjaga minat investasi.