AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

ARB Berjilid-Jilid, Cuan Setahun Saham Sido Muncul (SIDO) Nyaris Menguap dalam Sepekan

MARKET NEWS
TIM RISET IDX CHANNEL
Jum'at, 05 Agustus 2022 16:52 WIB
Sebelum mulai merosot pada Kamis (28/7), saham SIDO masih dalam tren kenaikan, berada di harga Rp975/saham pada penutupan Rabu pekan lalu (27/7).
ARB Berjilid-Jilid, Cuan Setahun Saham Sido Muncul (SIDO) Nyaris Menguap dalam Sepekan. (Foto: MNC Media)
ARB Berjilid-Jilid, Cuan Setahun Saham Sido Muncul (SIDO) Nyaris Menguap dalam Sepekan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel Saham emiten produsen jamu dan obat herbal modern PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mengalami pekan yang sulit. Ini karena kenaikan selama setahun nyaris terhapus hanya dalam sepekan setelah membukukan penurunan kinerja.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham SIDO turun 1,30% ke Rp760/saham pada penutupan perdagangan Jumat (5/8/2022).

Pekan ini, saham SIDO 4 kali ditutup memerah dan hanya sekali menguat tipis (0.65% pada Kamis).

Hal itu terjadi setelah saham SIDO tiga kali beruntun jatuh hingga batas auto rejection bawah (ARB) 7%--yang disertai volume yang besar--dimulai dari Jumat pekan lalu (29/7) hingga Selasa (2/8) lalu.

Investor beramai-ramai melego saham SIDO SIDO usai rilis laporan keuangan semester I yang tidak memuaskan.

Praktis, dalam sepekan saham SIDO sudah ambles 16,02% dan dalam sebulan anjlok 21,65%. Sementara, sejak awal tahun (ytd), saham ini turun 12,14%.

Sebelum mulai merosot pada Kamis (28/7), saham SIDO masih dalam tren kenaikan, berada di harga Rp975/saham pada penutupan Rabu pekan lalu (27/7). Di harga Rp975/saham tersebut, saham SIDO masih naik 12,7% ytd dan melesat 28% dalam kurun setahun.

Kemudian, setelah mengalami ARB ‘berjilid-jilid’, tren kenaikan tersebut ‘patah’ dan nyaris menyapu keuntungan potensial (potential gain) yang telah dipupuk dalam setahun terakhir.

Saat ini, per Jumat (5/8), saham SIDO hanya tumbuh tipis 0,76% dalam kurun setahun belakangan. (Lihat tabel di bawah ini.)

Sumber: Investing.com

Menilik Fundamental SIDO

Sebelumnya, pada Jumat pekan lalu (29/7), SIDO merilis laporan keuangan di  website BEI dengan mencatatkan penurunan laba bersih 11,24% secara tahunan (yoy) menjadi Rp445,60 miliar sepanjang semester I 2022.

Laba bersih SIDO sepanjang 6 bulan pertama tahun ini lebih rendah dari laba bersih semester I 2021 yang mencapai Rp502 miliar.

Penurunan laba bersih tersebut seiring pendapatan bersih SIDO turun 2,58% secara yoy dari Rp1,65 triliun pada akhir semester I tahun lalu menjadi Rp1,61 triliun pada periode yang sama tahun ini.

Rinciannya, penjualan jamu herbal dan suplemen turun menjadi Rp988,73 miliar dari semester I 2021 sebesar Rp1,06 triliun. Tak pelak lagi, penurunan segmen jamu dan suplemen ini berimbas terhadap bottom line perusahaan.

Sementara, segmen penjualan makanan dan minuman tumbuh dari Rp526,23 miliar dari semester I 2021 menjadi Rp544,82 miliar.

Adapun, penjualan produk farmasi sebesar Rp78,55 miliar sepanjang paruh pertama tahun ini.

Seiring penurunan pendapatan bersih perusahaan, beban pokok penjualan SIDO membengkak 4,54% yoy menjadi Rp757,61 miliar per semester I 2022.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD