Sebelumnya, pengamat pasar modal Michael Yeoh memperkirakan, keluarnya kedua saham tersebut berpotensi memicu arus dana keluar dalam jumlah signifikan dari pasar.
“Estimasi outflow kisaran Rp3 triliun untuk BREN dan DSSA sekitar Rp5 triliun,” tutur dia, pada 21 April 2026.
Sebelumnya, DSSA melakukan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:25 demi meningkatkan likuiditas dan diperdagangkan dengan harga anyar pada 9 April lalu.
Soal MSCI
Keputusan MSCI memperpanjang evaluasi (review) status pasar Indonesia hingga Juni 2026 dinilai menjaga ketidakpastian di pasar, di tengah potensi penurunan bobot (downweight) dan arus dana keluar (outflow) yang masih membayangi.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) Hadi Soegiarto dan Elizabeth Noviana dalam riset 21 April 2026 menyebut, MSCI masih berada dalam fase ‘menunggu’ sambil mengumpulkan masukan pelaku pasar atas reformasi yang dilakukan Indonesia.